Apa Itu Boikot Produk yang Sedang Ramai? Ini Arti, Sejarah dan Contohnya

Arti boikot adalah suatu wujud protes sekelompok orang terhadap seseorang atau organisasi tertentu dengan cara menolak pihak diboikot.

Tayang:
Editor: Saridal Maijar
Shutterstock via Kompas.com
Apa Itu Boikot Produk? 

TRIBUNPADANG.COM - Sedang ramai soal seruan boikot produk Prancis yang diserukan oleh mayoritas negara-negara Muslim di dunia.

Termasuk di Indonesia, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga menyerukan agar umat Islam di Indonesia memboikot produk Prancis.

Sikap ini adalah imbas dari sikap Presiden Prancis Emmanuel Macron yang membela tindakan penghinaan Nabi Muhammad SAW.

Namun tahukah Anda, apa itu boikot produk? Apa arti dan sejarah serta contoh boikot produk?

Baca juga: Apa Itu Tubuh Sehat? Apa yang Harus Kamu Lakukan Agar Memiliki Tubuh Sehat?

Baca juga: Nikita Mirzani Bersyukur Diboikot Stasiun TV, Minta Semua Foto dan Video Tentang Dirinya Dihapus

Arti Boikot

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), boikot adalah tindakan pencegahan kelangsungan suatu bisnis dengan memaksa orang untuk tidak membeli produk perusahaan tersebut; 2. memaksa orang untuk tidak melakukan bisnis dengan pihak tertentu (boycott).

Sementara berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, boikot adalah bersekongkol menolak untuk bekerja sama (berurusan dagang, berbicara, ikut serta, dan sebagainya).

Dilansir dari Kamus Keuangan Tokopedia, arti boikot adalah suatu wujud protes sekelompok orang terhadap seseorang atau organisasi tertentu dengan cara menolak untuk menggunakan, membeli, atau berurusan dengan pihak yang diboikot.

Umumnya boikot dilakukan secara terorganisir dan tidak melibatkan tindak kekerasan dengan tujuan untuk memaksa pihak yang diboikot mengubah suatu kebijakan.

Boikot juga bisa diartikan sebagai suatu tindakan persekongkolan sekelompok orang untuk menolak bekerjasama, menggunakan, atau berurusan dengan seseorang, produk, atau organisasi tertentu.

Baca juga: Turki Kecam Majalah Prancis Charlie Hebdo, Terkait Karikatur Presiden Recep Tayyip Erdogan

Baca juga: Fakta-Fakta Balapan MotoGP Prancis 2020, Sukses Petrucci hingga Rossi Crash di Tikungan 3

Sejarah Boikot

Kata boikot berasal dari nama Charles Boycott yang merupakan seorang agen dan pengelola tanah asal Inggris.

Sejarah menceritakan bahwa pada jaman dahulu petani memohon kepada Charles Boycott agar menurunkan harga penggarapan lahan pertanian.

Namun permohonan para petani tersebut ditolak oleh Charles Boycott.

Tidak lama kemudian, sikap penolakan dari Charles Boycott dibalas dengan penolakan juga oleh para petani.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved