Breaking News:

Demo UU Cipta Kerja

Habib Rizieq Dikabarkan Segera Pulang ke Indonesia, Disebut akan Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja

Imam Besar Front Pembela Islam atau FPI, Habib Rizieq Shihab dikabarkan segera pulang ke Indonesia setelah lama tertahan di Arab Saudi.

Editor: Saridal Maijar
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq menyapa ribuan anggota FPI diiringi salawat seusai menjalani pemeriksaan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Kamis (12/1/2017) lalu. Kehadiran Habib Rizieq di Mapolda Jabar dalam rangka memenuhi panggilan tim penyidik Polda Jabar terkait dugaan kasus penghinaan Pancasila. 

Saat ini, Habib Rizieq disebut tengah menunggu proses administrasi, pembelian tiket, dan jadwal pulang untuk kembali ke Tanah Air.

"Pada hari ini IB-HRS (Imam Besar Rizieq Shihab) secara resmi sudah dicabut CEKAL-nya dan sudah dibebaskan dari DENDA apa pun, karena IB-HRS TIDAK BERSALAH."

"Selanjutnya IB-HRS menunggu PROSES ADMINISTRASI BAYAN SAFAR (Exit Permit) & Pembelian Tiket, serta Penjadwalan untuk KEPULANGAN ke INDONESIA'," demikian potongan surat tersebut berbunyi.

Baca juga: Prabowo Subianto Menyatakan Partai Gerindra Mendukung UU Cipta Kerja, Tapi Banyak Pasal Dikurangi

Lihat videonya:

Aksi Tolak UU Cipta Kerja dari FPI, GNPF sampai PA 212

Aksi protes terhadap Omnibus Law Cipta Kerja dilakukan oleh para mahasiswa dan buruh, sejak Kamis (8/10/2020).

Baru-baru ini sejumlah ormas berbasis agama seperti, Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, hingga PA 212 menyatakan sikap mereka terhadap UU Cipta Kerja.

Beberapa undangan juga beredar di media sosial, tentang aksi tolak UU Cipta Kerja yang dimotori oleh ormas-ormas tersebut.

tribunnews
Cuitan akun Twitter@HrsCenter, Sabtu (10/10/2020), berisi tentang undangan kepada sejumlah ormas Islam untuk mengadakan aksi bersama tolak UU Cipta Kerja. (Twitter@HrsCenter)

Dikutip dari YouTube FRONT TV, Jumat (9/10/2020), pada video tersebut ditampilkan tujuh poin pernyataan sikap dari FPI, GNPF Ulama, PA 212, dan HRS Center.

Diwakilikan oleh Ketua Umum PA 212, Slamet Ma'arif, mereka menyampaikan sejumlah sikap mereka terhadap UU Cipta Kerja.

Tuntutan yang diminta oleh para ormas tersebut di antaranya adalah meminta Presiden Jokowi untuk mundur atau berhenti.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved