Breaking News:

11 Kecelakaan di Perlintasan Kereta Api Sumbar Selama 2020, PT KAI: Pengguna Jalan Harus Hati-hati

PT KAI Divisi Regional II terus mengingatkan para pengguna jalan agar selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas di perlintasan kereta api.

IST/Humas PT KAI
Perlintasan kereta api di Padang. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II terus mengingatkan para pengguna jalan agar selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas di perlintasan kereta api.

Bagi yang tidak patuh pada rambu lalu lintas saat melintasi perlintasan sebidang kereta api bisa dikenakan denda hingga Rp 750.000.

Aturan tersebut telah diatur di dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ).

"Untuk itu kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk berperilaku disiplin di perlintasan sebidang," ujar Kepala Humas PT KAI Divre II Sumbar, Ujang Rusen Permana.

Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Rel Kereta Api Padang, Saksi Tak Sadar Ada Kecelakaan

Ia melanjutkan, di dalam pasal 296 berbunyi bahwa, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor pada perlintasan antara kereta api dan jalan yang tidak berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 huruf a dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750.000.

Sementara pasal 114 juga menyebutkan, pada perlintasan sebidang antara jalur KA dan jalan, pengemudi wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi dan palang pintu KA sudah mulai ditutup, serta wajib mendahulukan kereta api.

Maka dari itu Rusen menegaskan ketika sudah ada tanda-tanda mendekati perlintasan sebidang KA, setiap pengguna jalan diharuskan mengurangi kecepatan dan berhenti.

Nenek di Padang Tewas Ditabrak Kereta Api, Korban Diduga Alami Gangguan Pendengaran

"Tengok kanan-kiri untuk memastikan tidak ada kereta yang akan melintas. Jika ada kereta yang akan melintas, maka pengendara wajib mendahulukan perjalanan kereta api," tegas Rusen.

Aturan tersebut juga sesuai oleh UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 124 yang menyatakan bahwa pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.

KAI Divre II mencatat, sejak Januari hingga September 2020, terdapat 11 kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api.

Hal tersebut dapat dihindari jika seluruh pengguna mematuhi seluruh rambu-rambu yang ada, dan berhati-hati saat akan melalui perlintasan sebidang kereta api.

Ia berharap masyarakat pengguna jalan benar-benar mematuhi aturan di perlintasan sebidang ini.

"Tujuannya agar keselamatan perjalanan pengguna jalan dan kereta api dapat tercipta," tutup Rusen. (*)

Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: Saridal Maijar
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved