Breaking News:

Penanganan Covid

Satgas Penanganan Covid-19 Soroti Aksi Demonstrasi pada Masa Pandemi, Terkait Protokol Kesehatan

aksi demonstrasi yang dilakukan di tengah masa pandemi dinilai hampir tidak mengikuti protokol kesehatan, di antaranya 3M (memakai masker, menjaga jar

Editor: Emil Mahmud
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Sejumlah pekerja seni dan pekerja tempat hiburan malam melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (5/10/2020). Mereka menuntut kepada Pemprov DKI Jakarta untuk mencabut penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Jakarta dan membuka kembali tempat hiburan malam. 

TRIBUNPADANG.COM - Hingga saat ini aksi demonstrasi yang dilakukan di tengah masa pandemi dinilai hampir tidak mengikuti protokol kesehatan, di antaranya 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan).

Hal tersebut dikemukakan oleh  Ketua Sub Bidang Mitigasi Perilaku Satgas Covid-19 Brigjen (Purn) Irwan Amrun dalam dialog di kanal Youtube BNPB, Selasa (6/10/2020).

"Kalau ada demo, bisa enggak demonya jaga jarak dan tanpa kerumunan? Mungkin tidak bisa. Sementara ini kalau kita lihat demo itu tak ada yang mengikuti protokol dari pengalaman yang ada," kata Irwan Amrun. 

Selain itu, menurut Irwan Amrun apabila dilihat dari psikologi massa, bahwa kerumunan jiwanya adalah jiwa massa.

Sebetulnya, ada yang hakiki dari demo dan menciptakan kerumunan, dan menurut Irwan itu yang harus diambil.

"Jadi ada satu pesan yang ingin disampaikan. Apakah pesan itu bisa disalurkan lewat jalur yang lain? Kawan kita ingin menyelesaikan masalah, tapi justru menciptakan masalah lain," lanjut Irwan Amrun.

Pengusaha Muda yang Sembuh dari Covid-19, Rahmat: Permudah Akses Kesehatan Masyarakat

Dokter Reisa: Angka Kesembuhan Covid-19 di Indonesia Terus Meningkat

Irwan Amrun  menambahkan, ada berbagai macam alternatif dari penyampaian pendapat yang bisa dilakukan tanpa menciptakan kerumunan.

"Ada yang lagi trending misalnya sejuta tanda tangan, silakan, itu kan membuktikan sesuatu. Enggak usah kerumunan kok," ujar Irwan Amrun

"Kita harus menyesuaikan dan berdaptasi. Memang banyak yang susah, jadi mereka suka pada zona nyaman yang biasa dilakukan. Dalam konsisi ini, laksanakan penyampaian pendapat tadi tidak dengan kerumunan," pungkas Irwan Amrun.

Diberitakan sebelumnya, Kapolri Jenderal Idham Azis menerbitkan surat telegram dengan nomor STR/645/X/PAM.3.2./2020 tertanggal 2 Oktober 2020.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved