Internasional

Dubes AS untuk China Terry Branstad Segera Pensiun, Hingga Kini Belum Ada Nama Penggantinya

Duta Besar Amerika Serikat (AS) Terry Branstad untuk China dikabarkan mengundurkan diri dari jabatannya.

Tayang:
Editor: Emil Mahmud
BBC Indonesia via Kompas.com
Ilustrasi: Pemimpin AS dan China 

TRIBUNPADANG.COM - Duta Besar Amerika Serikat (AS) Terry Branstad untuk China dikabarkan mengundurkan diri dari jabatannya.

Hal itu diketahui menyusul sedang terjadinya ketegangan yang meningkat antara dua raksasa ekonomi dunia itu.

Berita ini disampaikan Kedutaan Amerika Serikat lewat pernyataan pada Senin (14/9/2020) waktu setempat atau Selasa WIB.

Mengutip South China Morning Post, menurut analis, kepergian Terry Branstad, yang pernah disebut Beijing sebagai 'teman lama rakyat China', akan memberikan pukulan lagi bagi hubungan AS-China di tengah ketakutan akan konfrontasi Perang Dingin.

"(Branstad) akan pensiun dari posisinya sebagai utusan AS dan meninggalkan Beijing pada awal OKtober 2020," ungkap Kedutaan.

"Duta Besar tersebut mengkonfirmasi keputusannya kepada Presiden (Donald) Trump melalui telepon minggu lalu," tambahnya.

Kedubes AS di Jakarta Terbitkan Peringatan Jelang Pengumuman Hasil Pemilu

Terry Branstad, duta besar AS untuk China, pada 2017.
Terry Branstad, duta besar AS untuk China, pada 2017. (Ap news)

 

Tetapi, terkait pensiunnya Branstad dari Beijing, Amerika belum memberi kabar tentang siapa penggantinya.

Membahas Kampanye Putra Duta Besar

Selama akhir pekan, Trump mengatakan Branstad akan kembali ke AS dan memuji upaya kampanye putra Duta Besar AS tersebut, Eric Branstad.

"Ayah Eric pulang dari China karena dia ingin berkampanye," kata Trump, dalam panggilan telepon dengan pendukung Senator Republik Iowa, Joni Ernst.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin pada Senin (14/9/2020) mengatakan, Beijing belum diberitahu tentang kepergian Branstad.

Sumber diplomatik China mengkonfirmasi keputusan Washington untuk menggantikan Branstad, tetapi mengatakan langkah itu "sebagai kejutan".

"Itu sangat tidak terduga," kata seorang sumber yang mengetahui situasi tersebut.

Duta Besar Amerika, menurut sumber itu, hingga saat ini, sibuk berusaha memperbaiki hubungan dan menjaga saluran komunikasi tetap terbuka meskipun ada tanda-tanda percepatan ekonomi, teknologi, dan politik. pemisahan dua kekuatan.Menurut pernyataan Kedutaan, Branstad mengatakan kepada stafnya pada Senin, bahwa dirinya merasa bangga dengan pekerjaannya.

“Saya sangat bangga dengan pekerjaan kami dalam mendapatkan kesepakatan perdagangan fase satu dan memberikan hasil yang nyata bagi komunitas kami di kampung halaman. Tujuan kami tetap berarti, hasil yang terukur bagi keluarga Amerika," terang Branstad.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved