Breaking News:

Pemerintah Masa Presiden Soekarno Dikabarkan Utang 400 Kg Emas dari Saudagar Aceh, Ada Bukti Cek

Pemerintah Indonesia kala masih dipimpin oleh Presiden Soekarno dikabarkan pernah berutang kepada saudagar Aceh senilai 400 Kilogram/Kg emas.

SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Iwan Gayo dan bukti cek pinjaman 400 Kg emas yang dipinjam Pemerintah RI di masa Soekarno. 

TRIBUNPADANG.COM - Pemerintah Indonesia kala masih dipimpin Presiden Soekarno dikabarkan pernah berutang kepada saudagar Aceh senilai 400 Kilogram/Kg emas.

Dikabarkan, emas itu diberikan melalui seorang anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada Tahun 1941 di Takengon, Aceh Tengah.

H M Iwan Gayo, penulis buku pintar asal Aceh segera menelusuri keberadaan 400 Kg emas milik Lebe Ali, seorang pengusaha atau saudagar asal Rempelam, Kecamatan Rikit Gaib, Kabupaten Gayo Lues (Galus), yang dipinjam Pemerintah RI pada masa Presiden Soekarno memimpin.

Iwan Gayo dalam pernyataan tertulisnya yang diterima Serambinews.com, Senin (7/9/2020) menyebutkan, ia akan terus memburu keberadaan pinjaman 400 Kg emas tersebut seizin ahli waris. Di antaranya, Drs Ramli S yang merupakan mantan Sekda Kabupaten Gayo Lues.

Harga Emas Selasa 8 September 2020 di Pegadaian Padang, Emas Antam Rp 1.063.000 Per Gram

Update Harga Emas di Pegadaian Padang, Hari Ini Emas Antam Turun, Rp1.051.000 per Gram

Iwan menerangkan ahli waris telah sepakat memberi kuasa kepadanya untuk mengurus pinjaman Seokarno tersebut sampai tuntas.

"Pinjaman tersebut berupa cek senilai 400 Kg emas sesuai dengan bukti cek yang dikeluarkan Bank Negara Indonesia (BNI) tertanggal 30 Juni 1941," sebutnya.

Menurut Iwan, dirinya sangat yakin utang piutang ini bisa diselesaikan, karena Jokowi menyebutkan pada saat peresmian Bandara Rembele Bener Meriah, bahwa Tanoh Gayo merupakan rumah keduanya di Indonesia.

"Karena kedekatan itu, saya yakin Pemerintah mendukung penyelesaian persoalan utang piutang itu," tulisnya.

Dia menambahkan, dalam penyerahan cek emas tersebut akan dilakukan secara adat sebagai bukti penobatan masyarakat kepada Jokowi sebagai Putra Gayo.

"Diharapkan pemerintah Kabupaten wilayah dataran tinggi Gayo (Gayo Lues, Bener Meriah, Aceh Tengah dan Aceh Tenggara), agar memberikan dukungan penuh atas usaha ini," tegasnya.

Halaman
1234
Editor: Emil Mahmud
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved