Corona Sumbar

Tenaga Kesehatan Banyak Terpapar Covid-19 di Sumbar, Jubir Gugus Tugas: Perketat Protokol Kesehatan

Jumlah kasus positif Covid-19 Sumatera Barat (Sumbar) hingga saat ini masih terus bertambah. Hal itu

Tayang:
Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM/RIZKA DESRI YUSFITA
Juru bicara (Jubir) gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Jumlah kasus positif Covid-19 Sumatera Barat (Sumbar) hingga saat ini masih terus bertambah.

Hal itu berbanding lurus dengan jumlah dokter dan tenaga kesehatan (nakes) yang turut terpapar.

Akibatnya, Semen Padang Hospital (SPH) sebagai salah satu rumah sakit yang merawat pasien Covid-19 di Sumbar, menutup sejumlah layanan.

Jumlah Kasus Corona Terus Bertambah, Jubir Covid-19 Sebut Sumbar Tak Lanjutkan PSBB

Pemprov Sumbar Pertimbangkan Porprov Digelar Tahun 2021, Sempat Ditunda

Saat ini, SPH masih merawat pasien Covid-19. Sudah 6 bulan merawat pasien Covid, nakes mulai Viral load.

Artinya jumlah kuantitatif partikel virus yang masuk ke sistem tubuh sudah banyak, nakes diduga terpapar tiap hari.

Saat ini, nakes yang positif Covid-19 dirawat di SPH dan dirawat dengan baik.

"Poliklinik umum dan BPJS ditutup sementara hingga 30 Agustus, yang buka emergency IGD saja, dan melayani pasien Covid-19," tambahnya.

Juru bicara (Jubir) gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal membenarkan, banyak nakes yang terpapar Covid-19.

Menurutnya, hal itu perlu menjadi renungan dan tindaklanjut bersama kenapa hal itu bisa terjadi.

"Memang kita akui banyak nakes yang kena. Bisa jadi masyarakat tidak jujur dan protokol kesehatan dirasa perlu diperketat lagi," tutur Jasman Rizal.

Jasman mengungkapkan tidak hanya nakes di SPH yang terpapar, tetapi di seluruh rumah sakit yang ada di Sumbar petugas banyak yang terpapar.

Sejauh ini lanjutnya, diperkirakan mencapai 20 hingga 30 persen nakes yang terpapar Covid-19.

"Itu berbahaya, jika nakes yang terpapar siapa yang akan mengobati pasien?," prihatin Jasman Rizal.

Dikatakan, secara internal, pihak nakes termasuk dinas kesehatan setempat perlu serius melihat fenomena ini.

Karenanya, imbuh Jasman supaya masyarakat diminta jujur kepada pihak rumah sakit dan fasilitas kesehatan.

Pihaknya berharap nakes dan pihak yang berkompeten, masalah protokol kesehatan ini dilakukan sebaik-baiknya. (*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved