Breaking News:

Sumur Bor Keluarkan Gas

Sumur Bor Semburkan Gas di Pesisir Selatan Ramai Dikunjungi Warga, ESDM Sumbar: Tidak Berbahaya

Sumur bor Pamsimas yang mengeluarkan air dan gas di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar). Energi dan Sumber

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Emil Mahmud
ISTIMEWA
Lokasi sumur bor Pamsimas yang mengeluarkan air dan gas di Kampung Ampalu, Nagari Sungai Tunu, Kecamatan Ranah Pasisia, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), baru-baru ini. 

Fenomena tersebut juga menjadi daya tarik masyarakat untuk datang melihat secara langsung ke lokasi.

"Masih banyak masyarakat ke lokasi, dna di lokasi tersebut disediakan kotak amal dan tempat pencuci tangan," katanya.

Kasi Pengusahaan Air Tanah ESDM Sumbar, Dian Hadiansyah mengatakan telah melihat video fenomena air dan gas yang megeluarkan api.

Kata dia, gas tersebut tidak beracun sehingga tidak berbahaya bagi masyarkaat.

"Setelah saya melihat videonya, dan itu merupakan fenomena Geologi. Adanya pengeboran, dan ada muncul air. Pengeboran itu ada muncul artesis yang artinya adalah munculnya air tanah yang keluar dengan sendirinya," sebut Dian Hadiansyah.

"Air tanah itu ada lapisan akuifer yang biasanya ditutupi oleh selubung kedap air. Ketika bor itu masuk ke akuifer, air akan menyembur keluar," sebutnya.

Kemungkinan di dalam akuifer tersimpan gas. Berdasarkan survei mengenai konservasi air tanah, dan memang di sana itu pengaruh rawanya kuat.

Sumur bor Pamsimas yang diduga mengeluarkan air dan gas di Kampung Ampalu, Nagari Sungai Tunu, Kecamatan Ranah Pasisia, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Senin (24/8/2020).
Sumur bor Pamsimas yang diduga mengeluarkan air dan gas di Kampung Ampalu, Nagari Sungai Tunu, Kecamatan Ranah Pasisia, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Senin (24/8/2020). (ISTIMEWA)

Akibatnya daerah rawa, air di lokasi tersebut airnya keruh dan pH (power of hydrogen) airnya tinggi.

"Saya simpulkan fenomena yang terjadi sifatnya sementara. Paling lama sampai satu minggu atau dua minggu gas tersebut akan hilang," katanya.

Ia menduga adanya kantong gas di dalam tanah yang di bor, tapi bukanlah adanya cadangan gas yang luar biasa.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved