Breaking News:

Berita Pasaman Barat Hari Ini

Kawanan Pelaku Perdagangan Sisik Trenggiling Diamankan, Terkait Jaringan Sumut, Sumbar dan Jambi

Tiga orang pelaku perdagangan bagian-bagian tubuh dari satwa jenis dilindungi diamankan oleh tim gabungan Balai Konserv

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Emil Mahmud
ISTIMEWA
Kawanan terduga pelaku penjual sisik trenggiling yang diamankan oleh gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat dan Satreskrim Polres Pasaman Barat, Kamis (30/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) dan Satreskrim Polres Pasaman Barat mengamankan tiga terduga pelaku perdagangan bagian-bagian tubuh dari satwa jenis dilindungi.

Kawanan tersebut diamankan di Nagari Desa Baru, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumbar pada Kamis (30/07/2020) sekitar pukul 01.50 WIB.

Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Sumbar, Ade Putra mengataka kalau pelaku diamankan bersama barang bukti berupa sisik trenggiling (manis javanica) sebanyak 22 kilogram/Kg.

Kata dia, pemilik atau tauke barang terlarang tersebut merupakan warga yang beralamat di Sinunukan kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Sedangkan, dua orang lagi adalah warga nagari Ujung Gaging kecamatan Lembah Malintang yang berperan sebagai perantara dan penjual.

"Penangkapan ini berawal dari didapatkannya informasi dari daerah Muaro Bungo, Jambi tentang adanya perdagangan bagian tubuh satwa dilindungi oleh Tim Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang berasal dari kabupaten Pasaman Barat," sebut Ade Putra, Kamis (30/7/2020).

Pria yang Tusuk Tetangga di Nanggalo Kota Padang Menyerahkan Diri, Polisi: Pisau Dibuang ke Sungai

BREAKING NEWS: Seorang Pria Ditusuk Tetangga di Padang, Perut hingga Kepala Dekat Mata Korban Luka

Selanjutnya, tim Balai Besar TNKS berkoordinasi dengan BKSDA Sumatera Barat dan melakukan pendalaman terhadap asal usul perdagangan satwa tersebut di kabupaten Pasaman Barat.

Dari hasil pengumpulan data, diketahui beberapa yang diduga terkait dan telibat dalam praktik tersebut.

Sejauh ini lanjutnya, mereka terkait dalam jaringan perdagangan satwa dilindungi antar provinsi (Sumut, Sumbar, Jambi) dan beberapa wilayah lainnya.

"Dalam aksinya, mereka menawarkan sisik trenggiling kepada pembeli dengan harga tiga juta rupiah per Kg. Pelaku tak berkutik ketika dibekuk oleh tim gabungan dan petugas," ujarnya.

Ia mengatakan, pelaku terancam pasal 21 ayat 2 huruf d dan pasal 40 ayat 2 Undang-undang (UU) Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

Lebih lanjut, imbuhnya untuk ancaman pidana penjara paling lama lima tahun dan denda maksimal seratus juta rupiah.(*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved