Aplikasi Japuik Anta Karya Karyawan Semen Padang Diimplementasikan di SIG Group
aplikasi ini dapat menekan biaya BBM dan sewa kendaraan untuk operasional perusahaan yang mencapai Rp1,4 miliar lebih per tahun
TRIBUNPADANG.COM- PT Semen Padang boleh berbangga. Sebagai perusahaan semen pertama di Indonesia, PT Semen Padang telah banyak berkontribusi sebagai agen of change di Sumbar dan Indonesia.
Kiprah Semen Padang tersebut tidak hanya dalam memproduksi semen, namun juga dengan melahirkan berbagai inovasi di bidang teknologi informasi yang bisa diimplemetasikan.
Sebutlah salah satunya, aplikasi Japuik Anta (JPA) yang kini menjadi satu-satunya layanan transportasi online di Semen Padang dan merupakan salah satu karya inovasi karyawan Semen Padang yang telah diimplementasikan di lingkungan SIG Group.
• Konservasi Flora dan Fauna di Areal Bekas Reklamasi, PT Semen Padang Ikut Kembangbiakan Ikan Bilih
• Kisah Mitra Binaan Semen Padang, Berawal dari Pesanan Pegawai Puskesmas, Syafni Jadi Juragan Rakik
Senior Total Productive Manajemance (TPM) PT Semen Padang Fery Sarvino mengatakan, JPA ini diimplementasikan di Semen Padang, karena aplikasi ini dapat menekan biaya BBM dan sewa kendaraan untuk operasional perusahaan yang mencapai Rp1,4 miliar lebih per tahun.
Tidak hanya itu, penggunaan aplikasi JPA ini menurut Fery Sarvino, juga dapat memonitoring penggunaan kendaraan operasional secara keseluruhan, sehingga penggunaan mobil menjadi lebih efektif dan efisien.
"Selain itu, aplikasi JPA ini juga dapat meningkatkan kedisiplinan supir dan user dalam penggunaan mobil, dan juga dapat meningkatkan kenyamanan user dalam booking mobil operasional perusahaan," kata Fery Sarvino, Selasa (7/7/2020) melalui rilis yang TribunPadang.com terima.
Sebelum diimplementasikan di lingkungan Semen Padang, termasuk di SIG, aplikasi JPA yang dirancang oleh Unit Information Comunication Teknologi (ICT) berkolaborasi dengan Unit Humas & Kesekretariatan PT Semen Padang ini juga telah diikutkan ke pelbagai ajang inovasi.
"Di antaranya, pada ajang Semen Padang Improvement Ivent (SPIE) tahun 2018 dan mendapat juara II. Kemudian di tahun yang sama, juga meraih juara I pada ajang Semen Indonesia Inovation Award (SMIA)," ujarnya.
Sementara itu, salah satu perancang aplikasi JPA Firma Yudi mengatakan bahwa aplikasi Japuik Anta ini dibuat berdasarkan dukungan unit pimpinan perusahaan, termasuk Unit Humas & Kesekretariatan PT Semen Padang.
Dan itu, dilatarbelakangi oleh beberapa hal.
Di antaranya, tingginya biaya operasional kendaraan perusahaan yang mencapai Rp4 miliar setahun, dan banyaknya proposal permintaan penambahan kendaraan operasional pabrik ke manajemen perusahaan.
"Kemudian, tidak adanya monitoring penggunaan kendaraan serta jumlah supir lebih banyak dari jumlah kendaraan, juga menjadi alasan saya untuk merancang aplikasi Japuik Anta," kata Staf Unit Humas & Kesekretariatan Semen Padang itu.
Yudi pun membeberkan bahwa aplikasi JPA itu dibuat ketika dirinya masih bekerja di Unit ICT.
Tentunya, pengerjaan aplikasi JPA tersebut juga dibantu oleh empat orang staf ICT yang terdiri dari Hasbi Anshari, Rahmad Ridho dan Sintia Karina.
"Selain Unit ICT, pengerjaan aplikasi JPA itu juga melibatkan Staf Humas & Kesekretariatan, yaitu Frimateddy Syafendra, karena pengelolaan aplikasi JPA berada di bawah Unit Humas & Kesekretariatan PT Semen Padang," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/japuik-anta.jpg)