Breaking News:

Bocah Dicabuli Tetangga

Polresta Padang Gandeng Psikolog dalam Kasus Tetangga Cabuli Anak Yatim Usia 5 Tahun

Polresta Padang gandeng psikolog untuk mintai keterangan korban tindak pidana pencabulan anak di bawah umur di Padang, Sumatera Barat.

TRIBUNPADANG.COM/REZI AZWAR
Pelaku pencabulan anak di bawah umur saat diamankan Polresta Padang, Senin (6/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Polresta Padang gandeng psikolog untuk mintai keterangan korban tindak pidana pencabulan anak di bawah umur di Padang, Sumatera Barat.

Seorang anak perempuan yatim diduga telah mendapat perlakuan tidak senonoh dari pelaku berinisial S (47).

Pelaku sendiri merupakan tetangga korban, dan saat ini telah diamankan oleh Polisi.

Pengakuan Pak Uwo yang Cabuli Anak Yatim Usia 5 Tahun di Padang, Beraksi saat Korban Jongkok

Viral Anak Yatim Usia 5 Tahun Ngaku Dicabuli di Padang, Orangtua Korban Meninggal 2 Tahun Lalu

Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Rico Fernanda mengatakan, pelaku merupakan seorang yang berprofesi sebagai kuli bangunan.

Ia juga membenarkan kalau pelaku merupakan tetangga korban, dan merupakan anak yatim berusia 5 tahun.

"Kebetulan kami sudah menggandeng psikolog untuk meminta keterangan terhadap anak tersebut (korban)," ujarnya, Senin (6/7/2020).

Hasil pemeriksaan tersebut, korban mengaku tetangganya telah melakukan pencabulan terhadap dirinya.

Pria yang Cabuli Anak Yatim di Padang Ngaku Sudah Dua Kali Beraksi, Korban Panggil Pelaku Pak Uwo

Kronologi Terbongkarnya Aksi Cabul Kakek 70 Tahun Beristri 2 di Solsel, Berawal dari Sepupu Korban

Pelaku, kata dia, telah melakukan hal tersebut beberapa kali terhadap korban.

"Untuk korban kita melakukan pendampingan dengan mendatangkan psikolog dalam pemeriksaan dan begitu juga dengan kejiwaan korban," ujarnya.

Informasi yang diterimanya, kalau korban masih dalam keadaan baik.

Namun, pihaknya tetap melakukan pendampingan dari kepolisian dan psikolog.

"Pelaku kami jerat dengan Pasal 82 jo 76 E UU RI Nomor 17 Tahun 2016, tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara," ujarnya. (*)

Penulis: Rezi Azwar
Editor: Saridal Maijar
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved