Perawat Corona Meninggal
Viral Video Perawat SPH Meninggal Dunia, Dinas di Hari Pertama Tangani Pasien Covid-19
Beredar di media sosial video seorang perawat di Semen Padang Hospital Kota Padang Sumatera Barat (Sumbar). Diketahui dari video yang beredar, perawa
Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Mona Triana
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Beredar di media sosial video seorang perawat di Semen Padang Hospital (SPH) Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) meninggal dunia.
Diketahui dari video yang beredar, perawat tersebut meninggal dunia dalam menjalankan tugas penanganan Covid-19.
Video berdurasi 1 menit diunggah akun Instagram @pdg24jam sekitar pukul 19.00 WIB, Selasa (16/6/2020).
Di bagian awal video tersebut, terpampang foto perawat berjenis kelamin perempuan bernama Risa Afrina.
Di bawah foto, tertulis "Innalilahi Wainnailaihi Raji'un"
"Selamat jalan Pahlawan Kemanusiaan dalam mengemban tugas sejawat kita: Ns. Risa Afrina S.kep. Semoga Almarhumah Sahid di jalan Allah. Dan Keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan."
Video tersebut lalu menampilkan sejumlah laki-laki mengangkat peti ditutupi kain keranda ke dalam mobil ambulans.
• 459 Pasien Sembuh, Pasien Positif Corona di Sumbar Tinggal 198 Orang dan Meninggal Dunia 30 Orang
• UPDATE Corona di Padang Bertambah 4 Kasus, Per 16 Juni 2020 Total 488 Positif Covid-19
Turut juga menampilkan sebuah mobil ambulans yang keluar dari tempat parkir SPH.
Ada ratusan orang berseragam biru atau putih yang berdiri di kiri-kanan jalan sembari menyanyikan lagu 'Gugur Bunga'.
Direktur Utama SPH Farhan Abdullah membenarkan memang ada perawat SPH yang meninggal dunia, Selasa (16/6/2020).
• UPDATE Covid-19 Padang: Sudah 280 Orang Sembuh dari Total 488 Positif Corona per 16 Juni 2020
• UPDATE Corona: Pria Usia 86 Tahun Positif Corona di Padang, Sumbar Tambah 7 Pasien Covid-19
"Perawat atau nakes yang kemarin meninggal memang betul karyawan di SPH. Dia adalah perawat di ruang Covid-19 lantai empat dan lima yang khusus merawat pasien covid-19," ungkap Farhan Abdullah.
Lebih lanjut Farhan Abdullah menjelaskan, perawat tersebut memang sengaja direkrut membantu SPH untuk menangani pasien Covid-19.
Hari pertama dan kedua, perawat tersebut menjalani pembekalan tentang bagaimana penanganan Covid-19 dan pemakaian APD.
• UPDATE Data Covid-19 Pesisir Selatan Sumbar, Pasien Positif Corona Sisa Satu, 16 Dinyatakan Sembuh
• UPDATE Corona Sumbar 13 Juni 2020: Tambah 3 Positif Covid-19 di Padang, Total jadi 674 Kasus
Serta cara melepaskan APD dalam keadaan tertentu jika sesak dan bagaimana melepaskan masker.
"Hari ketiga, kemarin itu adalah hari pertama ia dinas di ruang Covid-19. Ia ditugaskan oleh Karu menemani pasien yang akan di swab di lantai satu ruang isolasi Covid-19 di lantai bawah," jelas lanjut Farhan Abdullah.
Lima belas menit bertugas, ungkap Farhan Abdullah, perawat tersebut mengeluh tidak enak badan.
Karena ia kenal dengan petugas keamanan di lantai satu, maka diantarkan ke lift untuk kembali ke ruang rawat Covid-19 supaya bisa istirahat.
• UPDATE Corona Sumbar 13 Juni 2020: Tambah 3 Positif Covid-19 di Padang, Total jadi 674 Kasus
• Total Sudah 392 Pasien Positif Corona di Sumbar Sembuh, Terbaru Anak-anak Usia 5 dan 9 Tahun
Kebetulan Farhan Abdullah setelah melakukan swab menuju ke lantai lima untuk melakukan swab di lantai lima.
"Entah kenapa saya turun ke lantai empat. Saya enggak ada pasien yang mau di swab di lantai empat tersebut.
"Kami menuju ke lantai empat. Saat di lantai empat tersebut, perawat laki-laki yang mendampingi saya melapor bahwasanya ada perawat yang pingsan di selasar yang diberitahu pasien," ungkap Farhan Abdullah.
Farhan Abdullah menyebut, perawat membawa dia ke ruangan di zona merah untuk bertemu nakes tersebut.
"Di sana saya buka maskernya. Saya geser ke zona kuning. Saya lakukan pijit jantung luar."
"Saya lakukan oksigenasi dengan ambu dan oksigen terpasang tabung kecil," jelas Farhan Abdullah.
• Prakiraan Gelombang Laut, Potensi Gelombang 1 Meter di Perairan Pasbar hingga Pessel
• Update Daftar Harga & Spesifikasi iPhone Terbaru Hari Ini, Ada iPhone 11 Pro 512 GB Rp 28 Jutaan
Setelah itu, ia memerintahkan agar perawat itu dibawa ke ruang ICU.
Di sana, Farhan Abdullah melakukan pemasangan bedside monitor, pemasangan alat bantu pernapasan, lebih kurang 1 jam tidak ada respon.
"Pukul 12.40 WIB nakes tersebut dinyatakan meninggal, diduga ada serangan jantung. Kami tidak duga sebelumnya," tutur Farhan Abdullah.
Dijelaskan Farhan Abdullah, kelainan jantung macam-macam penyebabnya.
Bisa karena susah bernafas, kekurangan oksigen, atau dia sebelumnya ada penyakit penyerta.
"Kenapa diduga jantung? Itu karena tiba-tiba, biasanya kalau kematian penyebabnya tiba-tiba atau Cardiac arrest (hilangnya fungsi jantung secara tiba-tiba dan mendadak) yang kita duga pertama adalah kelainan jantung," imbuh Farhan Abdullah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/rumah-sakit-semen-padang-hospital.jpg)