Breaking News:

New Normal Sumbar

Dampak Pandemi terhadap Pariwisata di Padang, Arfian Sebut Pendapatan Berkurang 15 Persen

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Arfian mengatakan objek wisata dan usaha pariwisata Padang sudah dibu

Penulis: Rima Kurniati | Editor: Emil Mahmud
ISTIMEWA
Ilustrasi: Kasat Satpol PP Padang Alfiadi dan dan jajaran tinjau kawasan objek wisata Pantai Air Manis dalam rangka untuk melakukan pengawasan terkait ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat serta penerapan protokol pencegahan Covid-19, Selasa (16/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang Arfian mengatakan objek wisata dan usaha pariwisata Padang kembali dibuka mulai 8 Juni 2020 lalu.

Menurutnya, selama tiga bulan sektor pariwisata ditutup dan selama itu pendapatan daerah diperkirakan berkurang sekitar 15 persen dari sebelumnya.

"Retribusi dari Pantai Air Manis, lebih kurang ada sekitar Rp 60 juta bahkan sampai Rp 100 juta, karena kondisi (Pandemi Covid-19) berbarengan dengan momentum hari raya (Lebaran Idul Fitri). Oleh karena berhubungan saat lebaran lebih tinggi dari hari biasa, begitu juga dengan Objek Wisata Gunung Padang," ungkap Arfian.

Hingga saat ini, Sektor pariwisata penyumbang Pendapatan Asli Daerah atau PAD terbesar di Padang.

Pemprov Sumbar Siapkan Paket Wisata Bebas Covid-19, Ada Swab Gratis untuk Pelaku Usaha Pariwisata

Perawat Covid-19 RS Semen Padang Meninggal Jelang Pernikahan, Dirut SPH Tak Kuat Menahan Tangis

"Pada masa pandemi kurang lebih selama tiga bulan, sangat berkurang kali potensi PAD sektor pariwisata yang dipungut, perkiraan lebih kurang 15 persen berkurang," kata Arfian, Rabu (17/6/2020).

Arfian menambah, mulai Bulan Februari hingga Mei diperkirakan pendapat sektor pariwisata berkurang hingga Rp 174 M.

Sebab saat pandemi Covid-19, orang tidak adanya orang ke Padang, sehingga hotel tidak beroperasi, industri usaha pariwisata lainnya pun tidak bergerak

Selanjutnya, untuk objek wisata Pantai Air Manis dan Gunung Padang diperkirakan kehilangan pendapatan Rp 60 juta hingga Rp 100 juta.

Arfian berharap saat pola hidup baru diterapkan di Padang, destinasi dan usaha pariwasata kembali menggeliat.(*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved