Breaking News:

Berita Kota Padang

DPRD Padang Soroti Realisasi PAD Kota Padang Masih Rendah, Pemko Sebut Target Relatif Tinggi

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Padang Syafrial mengatakan realisasi pendapatan Pemko Padang masih jauh

TRIBUNPADANG.COM/RIMA KURNIATI
Suasana DPRD Padang menggelar Rapat Banggar di Kota Padang, Selasa (9/6/2020) 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Padang Syafrial mengatakan realisasi pendapatan Pemko Padang masih jauh dari targetan.

Selanjutnya, anggaran belanja sudah banyak, namun pendapatan asli daerah atau PAD masih relatif rendah.

"Sampai saat ini, banyak belanja. Namun untuk pendapatan masih jauh dari target," kata Syafrial Kani, usai rapat banggar DPRD Padang, Selasa (9/6/2020).

Menurutnya, Realisasi PAD Pemko Padang baru 67, 57 persen dari target Rp 808,27 M.

Dibandingkan realisasi PAD Padang, hingga kini ungkapnya yang masih Rp 546,11 M.

"Realiasasi ini jauh dari harapan, sementara masyarakat sudah menunggu disejahterakan," ujar Syafrial Kani.

Syafrial Kani menambahkan, anggaran pembinaan UMKM juga sudah banyak terkuras, namun realisasi di lapangan belumlah terlalu terlihat.

Pemko Padang Inventarisir Data, Mahyeldi: Diperkirakan 11 Ribu Orang Punya Penyakit Bawaan

UPDATE Corona di Sumbar Per 9 Juni 2020 Sore, Bertambah 19 Kasus dan Total 645 Positif

Menurutnya, produk UMKM Padang seharusnya diberikan ruang di setiap mini market, minimal 10 sampai 15 persen.

"Banyak mini market yang ada di Padang, namun tidak satupun UMKM yang diberikan izin berjualan di sana. Seharusnya bisa diberikan, karena ini potensi pengembangan UKM, terlebih saat covid-19 ini," jelas Syafrial Kani.

Pemko Padang harusnya bisa mengatur syarat pemberian izin usaha minimarket. Salah satu syaratnya harus sediakan tempat untuk UMKM.

"Misalnya 10 sampai 15 persen, sehingga akan nampak pembinaannya. Selama ini kan belum (nampak), sementara dana untuk pembinaan UMKM (relatif) cukup besar. Namun, hasilnya belumlah maksimal," ungkap Syafrial Kani.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemko Padang, Endrizal mengatakan hal wajar dan biasa apabila pihak legislatif mengawasi eksekutif.

"Memang realisasi pendapatan masih rendah, kedepannya akan dioptimalkan potensi yang ada," kata Endrizal.

Endrizal mengatakan tentang rendah realisasi PAD, disebabkan target PAD yang relatif terlalu tinggi atau tidak sesuai keadaan. (*)

Penulis: Rima Kurniati
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved