Opini Citizen Journalism

Mahyeldi Ansharullah : Merapatkan Barisan, Melawan Covid-19

SUNGGUH tiada kita bayangkan bahwa makhluk kecil bernama Corona yang tadinya ada di Wuhan Provinsi Hopei

Editor: Emil Mahmud
ISTIMEWA/DOK.HUMAS PEMKO PADANG
Mahyeldi Ansharullah 

Merapatkan Barisan Melawan Covid-19
Oleh: Mahyeldi Ansharullah

SUNGGUH tiada kita bayangkan bahwa makhluk kecil bernama Corona yang tadinya ada di Wuhan Provinsi Hopei, Tiongkok akan datang ke Indonesia lalu sampai di Padang. Hingga, membuat kita semua kelabakan.

Seluruh umat manusia di hampir semua negara di dunia, kini sedang melakukan perang semesta melawan virus tersebut, termasuk di Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Melalui persentuhan, interaksi antarmanusia yang tidak kita ketahui siapa yang pertama kali membawanya ke Padang, virus itu telah membuat hampir seluruh sendi kehidupan kita menjadi berantakan.

Bahkan, untuk beribadah bersama di rumah-rumah ibadah juga dihindarkan dulu, agar mata rantai penebaran virus itu bisa diputus.

Walhasil, dari hanya epidemi yang menjangkiti negeri Tirai Bambu akhirnya beranak-pinak ke lebih dari 200
negera di dunia menjadi pandemi.

Sesuatu yang membuat umat manusia tak hanya berkonsentrasi pada wilayah medis, melainkan berdampak sampai ke sektor ekonomi.

Ekonomi dunia seperti kembali ke zaman malaise atau zaman depresi besar Tahun 1929. Depresi besar ketika itu membuat penurunan tingkat ekonomi ke titik yang amat menyedihkan.

Depresi pada masa malaise sebagaimana kita baca dalam buku sejarah, telah membuat ekonomi hancur, pabrik tutup, pengangguran meningkat, kelaparan terjadi di mana-mana.

Kita, pernah juga mengalami peristiwa sehebat dan sepayah itu pada 1997-1998, tetapi tidak diikuti atau dipicu oleh penyakit seperti yang terjadi saat ini.

Kita tidak lagi perlu mempertentangkan apakah ini karena kecerobohan atau tidak diantisipasi dari awal dan sebagainya, tetapi marilah kita melihat ini sebagai sebuah ujian, cobaan dari Allah SWT.

Sebagaimana Allah berfirman: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai ujian/cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (QS. al-Anbiyaa’ 35).

Jadi sangatlah terang bahwa dengan segala kemahakuasaannya Allah SWT, menggariskan kepada kita bahwa Dia (kapanpun) akan menguji kita ummat manusia.

Ujian datang dalam bentuk kesenangan dan ketidaksenangan. Covid-19, adalah ujian dalam bentuk ketidaksenangan, ia adalah sebuah kesengsaraan yang ditimpakan kepada makhlukNya.

Lalu, kalau ini adalah ujian, apakah yang mesti kita lakukan? Dari perspektif Islam maka kita diwajibkan berikhtiar untuk menyelamatkan diri.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved