Breaking News:

Corona Sumbar

Anggota DPRD Pasaman Cekcok dengan Petugas PSBB Minta Maaf, Janji Sumbangkan 2 Ribu Paket Sembako

Anggota DPRD Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar) berinisial M meminta maaf kepada publik, Rabu (13/5/2020). M menyampaikan permintaan maaf secara terbuk

Istimewa
Petugas PSBB Cekcok dengan Oknum Anggota DPRD Pasaman. 

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Posko Covid-19 Agam, Syafrizal saat dihubungi TribunPadang.com Selasa sore.

"Kronologis kejadian hari ini (Selasa-red) sekitar pukul 10.40 WIB. Berawal dari mobil Mitsubushi Pajero Sport BA 1240 DA melintas di posko check point perbatasan Agam-Pasaman, tepatnya di Salareh Aia, Jambatan Masang," ungkap Syafrizal.

Syafrizal menuturkan, saat kejadian ia beserta anggota berada di posko perbatasan tersebut.

Sesuai SOP PSBB, semua kendaraan yang melintas diberhentikan oleh petugas.

 Tim Damkar Kota Padang Evakuasi Ular Piton 4 Meter, Warga Ramai Abadikan Pakai Kamera HP

 Pewarta Foto Indonesia Resmi Jadi Konstituen Dewan Pers, Disambut Baik Wartawan di Padang

"Termasuk mobil yang bersangkutan (oknum anggota dewan). Setelah diberhentikan, yang bersangkutan agak keberatan," tutur Syafrizal.

Bahkan saat diberhentikan, oknum anggota dewan tersebut tidak mau menepikan kendaraannya dan parkir di badan jalan.

Setelah itu, dijumpai oleh petugas check point yang satu di antara petugas ialah anggota Dinas Perhubungan.

Sopir dan oknum anggota dewan tersebut diminta turun untuk dilakukan pemeriksaan suhu tubuh.

Termasuk diingatkan untuk memakai masker sebagai salah satu kelengkapan APD bagi pelintas.

Di saat itu, sopirnya turun tanpa memakai APD, turun ke posko, diperiksa suhu tubuh, diberi pengarahan tentang pemakaian masker.

 Pemprov Sumbar Siapkan Tempat Karantina Rawat Pasien Corona yang Alami Stres

"Jawaban sopir itu sumbang saat ditanya petugas, dikatakan masker tidak ada, hilang, dan segala macam."

"Setelah diberi arahan, diminta lagi naik ke mobil," ucap Syafrizal.

Sementara, oknum anggota dewan tidak turun dan masih tetap menunggu di mobil.

Setelah itu, petugas kembali mendatangi mobil tersebut dan meminta oknum anggota dewan untuk melakukan pengecekan suhu tubuh.

"Saat diminta petugas, ia tampak kesal dengan menjawab pemeriksaan itu satu per satu."

"Kita tidak menanggapi, dan diam saja. Kita lihat apakah ada iktikad baik untuk turun atau tidak," jelas Syafrizal.

 Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bertekad, 29 Mei 2020 Kota Padang Terbebas dari Corona

Akhirnya, oknum anggota dewan tersebut turun dengan berat hati tanpa mengenakan masker.

Tiba di posko, di cek suhu tubuhnya.

Petugas juga sempat menanyakan masker yang bersangkutan, karena ketentuan setiap pelintas wajib memakai masker.

"Gak ada masker, corona-corona apa ini. Gak ada itu corona. Itulah kata-katanya yang tidak etis. Jawaban yang ia berikan seperti jawaban ngelantur," ungkap Syafrizal.

Setelah itu, oknum anggota dewan tersebut mengomel sambil naik ke mobil karena tidak terima diberhentikan dan diberi arahan untuk menggunakan masker.

 VIRAL Aksi Tawuran Remaja di Depan Kantor Camat Pauh Padang, Polisi Langsung Bubarkan

"Saya sebagai koordinator bertanggung jawab secara moral. Kita jumpai dia. Saya tanya masker. Timbul percekcokan. Itulah yang direkam oleh anggota," tukas Syafrizal.

"Dia gak terima, dia tancap gas dan terus jalan, sambil nunjuk-nunjuk," tambah Syafrizal.

Bahkan sempat memaki petugas dengan kata-kata yang tidak sopan.

"Barcarut-carut sebanyak tiga kali, makanya keluar masyarakat mendengar teriakan itu. Terprovokasi masyarakat sehingga meminta petugas untuk mengejar oknum anggota dewan tersebut," jelas Syafrizal.

Tapi Syafrizal mengaku juga tidak ingin memperpanjang masalah, apalagi saat ini tengah berpuasa.

Ia juga mengungkapkan, setelah dilakukan pengecekan suhu tubuh oknum anggota dewan dan sopirnya normal.

Hanya saja ia tidak patuh untuk mengenakan masker.

 Viral Curhat Orang Tua yang Bayinya Meninggal Setelah Telantar di RSUP M Djamil Padang

Menurutnya, pemeriksaan itu tidak sebatas suhu tubuh, tetapi juga kelengkapan APD pelintas.

Ia menyebut, biasanya kalau ada pelintas yang tidak ada keterangan kesehatan dan lainnya, biasanya disuruh putar balik.

Syafrizal pada kesempatan itu, juga tidak sempat menanyakan tujuan anggota dewan tersebut.

"Tujuan dia belum sempat nanya tetapi dia sudah kesal saja. Kita tidak mungkin nanya yang lain."

"Sepertinya, informasi dari pimpinannya, tujuannya ke Padang tapi tanpa surat tugas, artinya bukan urusan dinas," ungkap Syafrizal.

Sejauh ini di posko perbatasan, Syafrizal mengaku belum ada pelintas lain yang berlaku seperti itu .

Ia mengatakan aturan ditegakkan tanpa tebang pilih.

Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat, dengan diberlakukan PSBB tahap kedua, agar mentaati aturan yang ada dalam PSBB.

"Memakai masker untuk pelindung diri, menjaga jarak, dan lakukan pemeriksaan suhu tubuh," tutup Syafrizal. (*)


Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: Mona Triana
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved