Jadwal Buka Puasa
Jadwal Buka Puasa Senin 11 Mei 2020/18 Ramadan 1441 H, Pasaman dan Pasaman Barat
Jadwal berbuka puasa hari ini Senin 11 Mei 2020 atau 18 Ramadan 1441 H untuk wilayah Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat Provin
Penulis: Emil Mahmud | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM - Jadwal berbuka puasa hari ini Senin 11 Mei 2020 atau 18 Ramadan 1441 H untuk wilayah Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Berikut ini jadwal imsakiyah Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat seperti dikutip dari: bimasislam.kemenag.go.id.
Senin 11 Mei 2020/18 Ramadan 1441 H untuk wilayah Pasaman
IMSAK : 04:44
SUBUH : 04:54
TERBIT : 06:09
DUHA : 06:37
ZUHUR : 12:19
ASAR : 15:41
MAGRIB : 18:23
ISYA' : 19:34
Untuk Wilayah Pasaman Barat
IMSAK : 04:45
SUBUH : 04:55
TERBIT : 06:10
DUHA : 06:38
ZUHUR : 12:21
ASAR : 15:42
MAGRIB : 18:24
ISYA' : 19:36
Sebelum berbuka jangan lupa membaca doa buka puasa.
Sekadar pengingat, inilah doa buka puasa Inilah lafadz doa buka puasa yang harus dibaca saat magrib nanti.
Doa Berbuka Puasa Ramadan
اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Allaahumma lakasumtu wabika aamantu wa'alaa rizqika afthortu birahmatika yaa arhamar-roohimiina
Artinya : "Ya Allah karenaMu aku berpuasa, dengan Mu aku beriman, kepadaMu aku berserah dan dengan rezekiMu aku berbuka (puasa), dengan rahmat Mu, Ya Allah yang Tuhan Maha Pengasih."
Setelah melaksanakan Salat Isya, hendaknya menunaikan ibadah sunnah Tarawih.
Tetap raih pahala Ramadan sebanyak-banyaknya walau tahun ini tidak bisa Tarawih berjamaah di masjid.
Namun, kalian tetap bisa tarawih berjamaah dengan anggota keluarga.
Selengkapnya jadwal imsakiyah Provinsi Sumbar, klik di sini!
Tentang Masjid Raya Sumbar
Masjid Raya Sumatera Barat ( Sumbar) merupakan masjid kebanggaan warga Sumbar.
Terletak di Jalan Khatib Sulaiman Kota Padang, Masjid Raya Sumbar selalu ramai dikunjungi wisatawan.
Mulanya, pembangunan Masjid Raya Sumbar merupakan hasil pemikiran dalam pertemuan bilateral antara dua kepala negara yakni Indonesia dan Malaysia.
Pertemuan tersebut dilakukan di Bukittinggi pada Januari 2006.
Saat itu pihak Indonesia dihadiri Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla serta Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi.
• Jadwal Buka Puasa Hari Ini Minggu 10 Mei 2020/17 Ramadan 1441 H, Padang, Pariaman & Padang Pariaman
• Kemegahan Masjid Raya Sumbar, Punya Menara Setinggi 85 Meter, Karpetnya Dikirim Langsung dari Turki
Bertepatan dengan hari Jumat, kedua kepala negara hendak menunaikan kewajiban melaksanakan ibadah salat.
Namun, panitia kebingungan mencari masjid yang tepat bagi kedua kepala negara untuk melaksanakan salat.
"Gubernur Sumatera Barat saat itu dijabat Gamawan Fauzi. Gamawan Fauzi sibuk mencari masjid untuk tempat salat kedua kepala negara tersebut," kata Ketua Harian Masjid Raya Sumbar Yulius Said.
Akhirnya kedua kepala negara melaksanakan salat Jumat di Masjid Jamiak Agung Tangah Sawah di Bukittinggi.
Melihat Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi kebingungan, lalu Wakil Presiden Jusuf Kalla celetuk.
"Sumatera Barat merupakan daerah yang dikenal dengan filosofi adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah.
Kok masjid besar aja gak punya?" ujar Yulius Said menirukan ucapan M Jusuf Kalla.
• Jadwal Buka Puasa Hari Ini, Sabtu 9 Mei 2020/16 Ramadan 1441 H, Solok dan Solok Selatan
• Masjid Raya Taluak Bayua Jadi Saksi Pertempuran Santri Melawan Kompeni Belanda
Mendengar hal tersebut, tentu kata Yulius Said, orang Minang langsung 'merah telinga'.
Setelah itu, Gamawan Fauzi mengumpulkan tokoh masyarakat dan jajarannya untuk berunding.
Dalam pertemuan itu membahas pendirian masjid dan semua sepakat membangun masjid besar di Kota Padang.
Lalu, saat pemilihan lokasi terlontar ide masjid akan dibangun di lokasi Kantor Gubernur Jalan Sudirman.
Namun kantor gubernur punya sejarah panjang yang tidak mungkin dilupakan begitu saja.
Akhirnya dipilih di jalan Khatib Sulaiman tepat di lokasi Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) karena memiliki labor dan kebun yang luas.
Kemudian SPMA dipindahkan ke Lubuk Minturun.
• Jadwal Buka Puasa Minggu 10 Mei 2020/17 Ramadan 1441 H, Bukittinggi dan Agam
• Jadwal Buka Puasa Minggu 10 Mei 2020/17 Ramadan 1441 H, Pesisir Selatan dan Mentawai
• Masjid Raya Limo Kaum di Batusangkar Bediri Sejak Abad ke-16, Bangunan Ditopang 121 Tonggak Kayu
Sayembara Desain Bangunan
Setelah itu, pada tahun 2007 diadakan sayembara untuk menentukan konsep atau arsitektur bangunan masjid.
Dari sayembara muncul lima nominasi, satu di antaranya nominasi persis dengan bangunan yang ada sekarang yaitu tanpa kubah.
Para dewan juri memilih satu dari empat bangunan karena ciri utama masjid adalah kubah.
Satu nominasi masjid tanpa kubah tidak dipilih oleh dewan juri.
Namun, Gubernur Sumbar Gamawan bersikeras mau yang tidak pakai kubah.
Sementara, majelis ulama tidak setuju sebab tidak ada kubahnya.
• Masjid Agung Nurul Iman Sediakan Takjil Gratis Selama Ramadan, Ada 150 Porsi Takjil Setiap Harinya
Sehingga terjadi perdebatan agak keras dengan para juri dan ulama.
Dengan segala konsekuensi, akhirnya dipilih bangunan tanpa kubah yang merupakan karya dari biro arsitek Urbane didirikan Ridwan Kamil.
Kemudian pembangunan masjid dimulai pada tahun 2008 menggunakan dana yang berasal dari APBN, APBD hingga sumbangan masyarakat.
"Dana yang tersedot hampir 300 miliar dari APBD. Sementara untuk taman dan parkir belakang menggunakan dana APBN sebanyak 45 miliar," ungkap Yulius Said.
Yulius Said mengatakan, arsitek yang dipercaya untuk pembangunan masjid ialah Rizal Muslimin yang saat ini menjadi dosen di Sydney, Australia.
Sepuluh tahun proses pembangunan masjid selesai. Semua orang mengakui kehebatan dan kemegahan bangunan Masjid Raya Sumbar.
"Sekarang menjadi lima bangunan terantik di dunia. Jadi kebanggaan orang Sumbar dengan arsitektur yang mampu menarik wisatawan," kata Yulius Said.
• Tim Polda Sumbar Bagikan 250 Nasi Bungkus, Untuk Driver Ojek Online dan Warga Kurang Mampu
• Korem 032/Wirabraja Bagikan 150 Paket Sembako untuk Warga Berok Nipah Kota Padang
Menggambarkan Falsafah Minangkabau
Bentuk arsitektur Masjid Raya Sumbar memang menggambarkan falsafah Minangkabau: Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (adat berdasarkan agama, agama berdasarkan kitab Allah.
Ketua Harian Masjid Raya Sumbar, Yulius Said menjelaskan, atap masjid tidak seperti rumah bagonjong dan tanduk kerbau.
Tetapi menggambarkan bentuk bentangan kain (sapu tangan segi empat) yang digunakan untuk mengusung batu Hajar Aswad.
"Sebelum Muhammad diangkat menjadi rasul, terjadi banjir besar di Mekah. Sehingga Hajar Aswad terlempar dari tempatnya.
Untuk meletakkan kembali batu tersebut ke tempat semula, ada empat kabilah suku Quraisy di Mekah berselisih pendapat, mengenai siapa yang berhak memindahkan batu Hajar Aswad ke tempat semula," jelas Yulius Said.
Kemudian Nabi Muhammad mengusulkan siapa yang paling dulu masuk Masjidil Haram di waktu Subuh, dialah yang berhak meletakkan Hajar Aswad ke tempat semula. Lalu keempat suku itu setuju.
"Ternyata yang paling awal datang justru Muhammad. Muhammad dengan kebijakannya, dia tak mau sendiri meletakan Hajar Aswad.
Lalu ia meletakkan batu Hajar Aswad di atas selembar kain sehingga dapat diusung bersama oleh perwakilan dari setiap kabilah dengan memegang masing-masing sudut kain.
Nah, keempat sudut itulah yang menjadi filosofi atap Masjid Raya Sumbar.
Kemudian, Minangkabau terkenal dengan gonjong, maka dibuat gonjong supaya tinggi sehingga Adat dan Syarak bersatu," sambung Yulius Said.
Ukiran-ukiran Minang melekat di dinding maupun atap Masjid Raya Sumbar.
Di dinding ada ukiran 'pucuak rabuang, itiak pulang patang, bintang enam, dan lain lain.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/jadwal-buka-puasa-kota-bukittinggi-dan-kabupaten-agam-hari-ini-selasa-7-mei-2019.jpg)