Jadwal Buka Puasa
Jadwal Buka Puasa Hari Ini, Kamis 7 Mei 2020/14 Ramadan 1441 H, Solok dan Solok Selatan
Jadwal berbuka puasa hari ini, Kamis 7 Mei 2020 atau 14 Ramadan 1441 H untuk Kota/kabupten Solok dan Kabupaten Solok Selatan
Penulis: Emil Mahmud | Editor: Emil Mahmud
Namun, kalian tetap bisa tarawih berjamaah dengan anggota keluarga.
Selengkapnya jadwal imsakiyah Provinsi Sumbar, klik di sini!
Sejarah Masjid Raya Ikur Koto
Masjid Raya Ikur Koto atau Surau Batu ini berdiri pada Tahun 1926. Dahulu, nama Masjid Raya Ikur Koto tersebut adalah Surau Batu.
Masjid yang berdiri di atas tanah wakaf dari Suku Koto seluas lebih kurang 30x30 Meter beralamat di Jalan Tabing Lubuk Minturun Kelurahan Koto Panjang Ikur Koto Kecamatan Koto Tangah.
Adapun posisi bangunan rumah ibadah itu terletak di tengah-tengah kampung Ikur Koto yang berjarak sekitar 5 Km dari Balai Kota Aie Pacah.
Yusri Pakiah Sutan, sebagai tetua di sana mengatakan masjid tersebut didirikan bermula dari tidak adanya masjid atau surau di Ikur Koto.
"Saat itu Si Amai Dt Basa penghulu suku Koto yang memerintah di Koto Panjang dan Sari Marajo Dt Rajo Maninjun penghulu suku Chaniago mengajak ninik mamak untuk membangun masjid atau surau di sini," kata Yusri Pakiah Sutan kepada TribunPadang.com, Kamis (23/5/2019).
Surau Batu didirikan pada Senin 12 hari bulan Zulhijjah yang peletakan batu pertama dan dimulai dari Surau Batu Ikur Koto.
• Jadwal Buka Puasa Hari Ini Kamis 7 Mei 2020/14 Ramadan 1441 H, Pesisir Selatan dan Mentawai
• Jadwal Buka Puasa Hari Ini Kamis 7 Mei 2020/14 Ramadan 1441 H, Dharmasraya, Sijunjung & Sawahlunto
Selanjutnya, melalui berjalan kaki menuju Surau Gadang di Koto Panjang dengan beriring-iringan sambil membaca zikir sepanjang jalan.
Surau Batu Ikur Koto dibangun dengan model yang diambil dari sebuah surau yang berada di Padang Pariaman. Di dalam masjid terdapat dua tiang besar sebagai tiang tumpuan.
"Makna tiang tersebut adalah melambangkan dua penghulu penguasa di Ikur Koto ini. Mereka adalah Kiman Dt Rajo Maninjun dan Si Amai Datuk Basa yang memegang peranan dalam pembangunan masjid ini," paparnya lagi.
Ada juga di depan Mihrab terdapat 3 buah tiang yang melambangkan kebersamaan, tungku tigo sajarangan, tali tigo sapilin antara penguasa atau pemerintah, ulama, dan masyarakat.
Masjid tersebut berdiri di atas tanah yang agak miring, sehingga pondasi bangunan yang tingginya 1 meter dipenuhi dengan tumpukan batu hasil kerja bergotong-royong warga masyarakat Ikur Koto sekitarnya.
"Kelompok tersebut berasal dari kelompok anak silat asuhan Angku Bagindo Malin dan kelompok pemain bola rombongan Leman Ajad, Bainuddin, dan Pakih Adam. Maka simbol dari sejarah sengaja pondasi bangunan Surau Batu Ikur Koto tidak boleh ditutupi batu kerawang pondasi sebagai bukti, itu kata pendahulu," jelas Yusri.
Tukang dari pembangunan surau tersebut berasal dari Solok dan suami si Malu Guci dari Kampung Kasang.
Sejauh ini lanjutnya, sumber dana pembangunan masjid berasal dari iuran masyarakat setempat.
"Pada Tahun 1930 Suaru Batu Ikur Koto mulai ditempati masyarakat. Kemudian Tahun 1942 Surau Batu Ikur Koto diresmikan oleh Angku Palo Si Atjad dan namanya menjadi Masjid Raya Ikur Koto," tutupnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/jadwal-buka-puasa-ramadan.jpg)