603 Perusahaan di DKI Jakarta Langgar PSBB, Pemprov Tutup 89, Paling Banyak di Jaksel dan Jakbar

Sebanyak 89 perusahaan/tempat usaha di DKI Jakarta ditutup sementara karena melanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

TRIBUNNEWS/HERUDIN
ILUSTRASI - Suasana lengang di Jalan Sudirman Jakarta, Senin (23/3/2020). Pemprov DKI Jakarta mengumumkan tanggap darurat virus corona (Covid-19) sejak 23 Maret 2020 hingga 14 hari ke depan dan menghimbau pekerja bekerja dari rumah. 

TRIBUNPADANG.COM - Sebanyak  89 perusahaan/tempat usaha di DKI Jakarta ditutup sementara karena melanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pemprov DKI Jakarta menemukan adanya 603 perusahaan yang melanggar PSBB.

Kepala Disnakertrans dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah menuturkan, temuan itu berdasarkan hasil sidak yang dilakukan pihaknya sejak 14 April hingga 27 April 2020.

Dari jumlah tersebut, Pemprov DKI Jakarta menutup sementara 89 perusahaan/tempat usaha yang tidak dikecualikan selama PSBB di Jakarta, seperti yang diatur dalam Pergub 33/2020 tentang Pelaksanaan PSBB di Jakarta.

Dalam Pergub itu disebutkan bahwa hanya ada 11 sektor usaha yang boleh beroperasi selama PSBB di Jakarta, yaitu bidang kesehatan, bahan pangan/makanan/minuman, dan energi.

Kemudian, sektor komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, serta utilitas publik.

"Kami tutup sementara 89 perusahaan yang tidak termasuk ke dalam 11 sektor yang disebutkan dalam peraturan," ucapnya, Senin (27/4/2020).

Andri Yansyah menjelaskan, puluhan perusahaan itu berada di lima kota administrasi di ibu kota.

Rinciannya, sebanyak 30 perusahaan berada di Jakarta Selatan, 21 perusahaan di Jakarta Barat, 18 ada di Jakarta Utara, 13 di Jakarta Pusat, dan 7 di Jakarta Timur.

"Penutupan sementara dilalukan hingga berakhirnya masa PSBB atau sampai 22 Mei 2020," ujarnya saat dikonfirmasi.

Selain menutup puluhan perusahaan/tempat usaha selama PSBB, Disnakertrans DKI Jakarta juga memberi teguran terhadap 514 perusahaan yang belum menjalankan protap kesehatan untuk pencegahan Covid-19.

Adapun perusahaan ratusan perusahaan ini masih dapat beroperasi selama PSBB lantaran termasuk dalam 11 sektor yang dikecualikan dalam Pergub 33/2020 dan ada juga perusahaan yang memiliki izin dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Terkait sanksi administrasi yang mungkin diberikan terhadap ratusan perusahaan/tempat usaha itu, Andri mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada Kemenperin.

"Tugas kita hanya melalukan pembinaan dan pelaporan saja, (mengenai sanksi) kami serahkan ke Kemenperin," kata Andri.

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Pemprov DKI Jakarta Tutup 89 dari 603 Perusahaan Pelanggar PSBB, https://jakarta.tribunnews.com/2020/04/28/pemprov-dki-jakarta-tutup-89-dari-603-perusahaan-pelanggar-psbb?_ga=2.27428988.1127025970.1587952260-1194687270.1562844432.

Editor: afrizal
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved