Antisipasi Penyebaran Virus Corona
Cegah Penyebaran Virus Corona, Sumbar Perketat Pengawasan di Wilayah Perbatasan
Sampai saat ini Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memperketat pengawasan di wilayah perbatasan.
Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Emil Mahmud
Namun yang jadi persoalan, pengawasan lewat darat karena banyak titik.
Gubernur menjelaskan, di Pasaman Barat ada dua jalur masuk dari Sumatera Utara.
Lalu, di Dharmasraya itu masuk dari Jambi dan Lampung, Pasaman dari Medan, Pesisir Selatan
dari Muko-muko Bengkulu, Limapuluh Kota di Pangkalan, Solok Selatan dari Kerinci Jambi, dan Sijunjung dari Riau dan Sungai Penuh Jambi.
Dia mengatakan, ada bebarapa langkah yang pihaknya lakukan untuk membatasi orang luar masuk ke Sumbar agar tidak terjadi penyebaran virus corona.
Yakni mendata semua restoran, hotel, rest area dan tempat transit warga luar yang ada di jalur perbatasan.
Setelah itu, pihaknya melakukan penyemprotan desinfektan secara periodik ke tempat tersebut.
Selain itu, pihaknya juga melakukan sosialisasi dan edukasi kepada warga setempat (lokal) untuk tidak bergabung makan di luar.
"Sebaiknya makan di rumah (kalau bisa), dan di tempat lain kita khawatir terpapar juga kalau ada," jelas Irwan Prayitno.
Dia menambahkan, di daerah perbatasan Dharmasraya, Pemkab setempat telah memberikan edukasi ke pemilik restoran dan pengunjung untuk pakai masker, jaga jarak, meletakkan handsanitizer di depan restorannya, menyediakan westafle, tidak pakai kobokan, dan edukasi lainnya.
Berikutnya, tambah Irwan Prayitno, pihaknya membuat posko yang berfungsi untuk mencegat orang luar yang masuk ke Sumbar semua kendaraan baik umum maupun pribadi.
"Kemudian langsung cek suhu, di atas 38 derajat celsius langsung tim kesehatan ambil tindakan dan memeriksa sesuai protapnya, sehingga ketahuan," ungkap Irwan Prayitno.
Dia menjelaskan, kalau ada indikasi (virus corona) di bawa ke rumah sakit.
Hal itu dilakukan di daerah perbatasan selama 24 jam dengan sistem shift.
"Saptol PP, Dinas Kesehatan, hingga pemuda setempat juga kita dilibatkan. Itu akan dimulai segera, kendala sekarang thermal gun masih belum cukup," ucap Irwan Prayitno.
"Kalau mencegat orang tanpa thermal gun, bagaimana cara mengukur suhunya? Hari ini akan kita pantau, mudah mudahan ada dan kita gunakan secukupnya," tukasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/gejala-virus-corona.jpg)