Info Gempa
Gempa Guncang Pesisir Selatan 4.7 M Akibat Aktivitas Sesar Mentawai, Getaran Dirasakan Hingga Padang
Gempa Guncang Pesisir Selatan 4.7 M Akibat Aktivitas Sesar Mentawai, Getaran Dirasakan Hingga Padang
Penulis: Rezi Azwar | Editor: Mona Triana
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Gempa bumi tektonik dengan kekuatan 4.7 magnitudo guncang wilayah Kota Padang dan Pesisir Selatan yang terjadi pada Senin (9/3/2020) sekitar pukul 23.02 WIB.
Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa gempa bumi pada koordinat 1.73 LS dan 100.30 BT, atau 52 kilometer Barat Daya Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
• POPULER SUMBAR: 7 Warga Pasaman Tersesat di Hutan| Gempa 3,7 SR Guncang Sawahlunto
• Selama Sepekan BMKG Mencatat Adanya 4 Kali Gempa Bumi di Sumatera Barat
Kepala Stasiun Geofisika Klas I Padang Panjang, Irwan Slamet melalui Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Padang Panjang, Mamuri saat dihubungi TribunPadang.com membenarkan kejadian gempa tersebut.
Ia menyebutkan gempa bumi tersebut memiliki kedalaman 21 kilometer, dan merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar Mentawai.
"Menurut laporan masyarakat gempa bumi dirasakan di daerah Padang dan Pesisir Selatan dalam skala intensitas III MMI," katanya, Selasa (10/3/2020).
• Gempa Bumi Berkekuatan 3.7 SR Guncang Sawahlunto, Getaran Dirasakan Hingga Solok dan Padang
• VIDEO - Gempa Magnitudo 5,2 Mengguncang Tuapejat Sumbar, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
"Berdasarkan laporan masyarakat gempa dirasakan berupa guncangan di wilayah Padang dan Pesisir Selatan II MMI. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ujarnya.
Ia menyebutkan hingga pukul 23.40 WIB malam kemarin, dari monitoring BMKG tidak ada aktivitas gempa susulan.
"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya," tutupnya.
• BMKG: Gempa Magnitudo 5,2 di Tuapejat Sumbar Hanya Dirasakan Warga Sipora Utara
• Gempa Magnitudo 5,2 Mengguncang Tuapejat Sumbar, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat terjadi dan setelah terjadi gempa bumi berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Sebelum Gempa Terjadi
1. Kenali terlebih dahulu tentang gempa bumi
Biasanya korban disebabkan oleh keruntuhan bangunan, perabitan, kebakaran, longsor, dan kepanikan.
Selain itu, pastikan bahwa struktur dan letak rumah terhindar dari bahaya gempa bumi.
2. Kenali lingkungan
Perhatikan letak pintu, lift, dan tangga darurat saat terjadi gempa bumi.
Belajar melakukan p3k dan menggunakan pemadam kebakaran.
3. Persiapan rutin pada tempat bekerja dan tinggal
Simpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah.
Matikan air, gas, dan listrik apabila sedang tidak digunakan.
4. Atur benda di lingkungan Anda
Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah.
Cek kestabilan benda yang tergantung dapat terjatuh pada saat gempa bumi.
Saat Gempa Terjadi
1. Apabila berada dalam ruangan
Lindungi kepala dan badan dari reruntuhan bangunan seperti bersembunyi di bawah meja.
Kemudian cari tempat yang paling aman dari reruntuhan guncangan.
Lari keluar ruangan apabila masih dapat dilakukan.
2. Jika berada di luar bangunan atau ruang terbuka
Hindari bangunan dari sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, dan pohon.
Perhatikan tempat Anda berdiri hindari apabila terjadi rekahan tanah.
3. Jika berada dalam mobil
Hendaknya untuk turun dan menjauh dari mobil.
Hindari rekahan tanah atau kebakaran.
4. Jauhi pantai
Ketika berada di pantai, jauhi pantai dengan menuju ke tempat yang lebih tinggi.
5. Apabila berada di pegunungan
Hindari daerah yang mungkin terjadi longsor di daerah pegunungan.
Setelah Gempa Terjadi
1. Keluar bangunan dengan tertib
Sebaiknya ketika dan setelah gempa terjadi, masyarakat harus keluar dari bangunan.
Namun ketika proses evakuasi sebaiknya tidak menggunakan lift atau eskalator.
Setelah itu mintalah pertolongan kepada orang sekitar apabila terjadi luka parah.
2. Periksa lingkungan sekitar
Untuk menghindari kebakaran dan hal-hal lain, sebaiknya tetap memeriksa apabila terjadi kebocoran gas hingga arus pendek.
Periksa segala hal yang dapat membahayakan.
3. Jangan masuk ke bangunan yang sudah roboh karena gempa
Apabila bangunan atau rumah terkena gempa, sebaiknya tidak mendekati atau bahkan masuk ke dalam area tersebut karena kemungkinan masih akan terjadi reruntuhan.
Selain itu sewaktu-waktu bangunan tersebut juga dapat runtuh akibat gempa susulan.
4. Jangan panik dan tetap berdoa.
Setelah terjadi gempa, sebaiknya tetap tenang dan jangan panik.
• Gempa Bumi Magnitude 4,8 Mentawai Tidak Berpotensi Tsunami, BMKG: Belum Ada Aktivitas Gempa Susulan
• Gempa Bumi Mentawai Magnitude 4,8 Terasa hingga Bukittinggi dan Padang Panjang, Skala II MMI
Dalam kejadian gempa selalu diikuti dengan skala MMI.
Skala MMI (Modified mercalli Intensity) adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa.
Skala MMI dibagi menjadi 12 berdasarkan informasi korban selamat dan kerusakan yang terjadi akibat gempa bumi tersebut.
I MMI
Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.
II MMI
Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.
III MMI
Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah.
Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.
IV MMI
Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.
V MMI
Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.
VI MMI
Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang.
Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.
VII MMI
Semua orang di rumah keluar.
Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik.
Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah.
Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.
VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat.
Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.
IX MMI
Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan.
Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.
X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.
XI MMI
Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri.
Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.
XII MMI
Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah.
Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/ilustrasi-gempa-bumi-2.jpg)