Breaking News:

Satpol PP Syariah di Padang

Satpol PP Syariah di Padang Bidik Calon Anggota Tamatan Universitas Islam Negeri

Hingga saat kini, rencana pembentukan Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP Syariah selama satu bulan ini belumlah terealisir dan masih bergulir

Penulis: Rima Kurniati | Editor: Emil Mahmud
banjarmasinpost.co.id/rahmadhani
Ilustrasi: Anggota Satpol PP yang terdiri dari personel perempuan dan laki-laki 

"Kalau orang Salat hari Jumat, itu kan perempuan yang melakukan pengawasan, petugas yang lelaki ikut Salat (Jumat)," ungkap Alfiadi.

Menurutnya, tugas Satpol PP Syariah ini bisa saja menangkap orang yang sedang pacaran di tempat tertentu.

"Tugasnya bisa saja menangkap orang pacaran, karena menangkap orang pacaran harus dengan cara yang santun dan bermartabat, kadang orang diberi tahu sikap yang sesuai norma, diberi pengetahuan dengan akidah dan martabat," tambah Alfiadi.

Menurutnya, saat ini sudah ada pernikahan syariah, ekonomi syariah, sehingga diperlukan juga Satpol PP Syariah.

"Tujuannya karena falsafah yang ada di Minangkabau, ada ABS-SBK (Adat basandi Sara', Sara' Basandi Kitabullah), kawin (baca: nikah) dengan syariah, ekonomi juga syariah. Kok penanganannya belumlah ada syariah, makanya diperlukan seperti itu (Satpol PP Syariah, red). Namun yang jelas kita tetap berjalan di-regulasinya," tambah Alfiadi.

Dikatakan aturan regulasi Satpol PP Syariah ini berupa Perwako yang akan segera ditetapkkan.

"Kapan target perwako ini secepatnya, kalau semua mendukung, karena satpol ini mendukung dan mobilisisi. Saya bicarakan dengan kabag hukum, dinas sosial, Kestra," ungkap Alfiadi.

Dikatakan Satpol PP Syariah ini merupakan saran bagus dari Ustaz Abdul Somad, sehingga diterapkan juga di Padang.

"Ini karena dikemukan oleh Ustaz Abdul Somad, karena ini yang baik kenapa tidak disambut secara baik," tambah Alfiadi. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved