Dampak Harga Emas di Padang

Awal Tahun Baru 2020 Harga Emas Naik, Pembeli Tetap Ramai, Ini Kata Pengamat

Kenaikan harga emas di awal tahun 2020 tidak membuat sepi penjualan logam mulia itu di Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Tayang:
Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Saridal Maijar
Dok. pribadi Firdaus
Pengamat Sosial dari STKIP PGRI Sumbar, Firdaus 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kenaikan harga emas di awal tahun 2020 tidak membuat sepi penjualan logam mulia itu di Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Masyarakat masih tetap membeli emas untuk keperluan hiasan.

Pengamat Sosial dari STKIP PGRI Sumbar, Firdaus mengatakan, hal tersebut biasa terjadi.

Menurut dia, kenaikan harga tidak menghalangi orang untuk berhias, kecuali mereka membeli emas untuk menabung.

Pembeli Cenderung Memilih Cincin Emas untuk Perhiasan, Terungkap dari Penjual

"Itu biasa saja dalam konteks berhias, beda dengan menabung," jelas Firdaus.

Kata dia, biasanya, orang yang membeli emas untuk menabung akan menjual emas tersebut saat harga naik atau saat membutuhkan uang.

Kendati demikian, kali ini posisinya malah berbanding terbalik.

"Biasa, jika pembelian dilakukan untuk perhiasan. Bisa jadi dia punya uang saat harga emas naik," tambah Firdaus.

Harga Emas yang Telah Jadi Perhiasan Tembus Rp 1,7 Juta Lebih Per Emas atau 2.5 Gram

Lebih jauh, Sosiolog STKIP PGRI Sumbar ini mengatakan bahwa perhiasan emas sebagai barang koleksi memang menjadi penanda status sosial di masyarakat.

"Perhiasan emas memang salah satu cara orang menunjukan bahwa kondisi ekonomi mereka pada orang lain," terang Firdaus.

Jika dilihat kondisi saat ini, menurutnya ada kemungkinan emas yang dibeli tersebut akan dijual kembali saat dia membutuhkan uang atau lainnya.

"Itu pasti, emas selain untuk berhias juga untuk menabung," ungkap Firdaus. (*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved