Sumbar Dilanda Bencana Lagi

Kerusakan Lahan PascaBencana di Sumbar, Danrem 032/Wbr Tawarkan Solusi Pakai BIOS 44

Potensi kerusakan alam dan lingkungan selalu hadir menyusul terjadinya bencana di setiap wilayah khususnya di Su

IST/DOK.PENREM 032/WIRABRAJA
Komandan Korem (Danrem) 032/Wbr Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo berinisiatif memberikan solusi dan memperkenalkan dan menggunakan produk ketahanan pangan Bios 44 saat kunjungan kerjanya di Kabupaten Solok Selatan pada Rabu (25/12/2019). 

Membangun Ekosistem yang BIOS 44 Pulihkan Lahan tidak Produktif kembali Jadi produktif

TRIBUNPADANG.COm - Potensi kerusakan alam dan lingkungan selalu hadir menyusul terjadinya bencana di setiap wilayah khususnya di Sumatera Barat (Sumbar).

Hingga kini, kondisi tersebut membutuhkan perhatian serta penanganan yang lebih serius serta peningkatan perekonomian rakyat sebagai solusi terbaik.

Rilis dari Penerang Korem (Penrem), yang diterima TribunPadang.com, Kamis (26/12/2019) menyebutkan Korem 032/Wbr selaku pembina wilayah teritorial di wilayah Sumbar turut berupaya membangun dan mencarikan solusi tersebut.

Komandan Korem (Danrem) 032/Wbr Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo berinisiatif memberikan solusi dan memperkenalkan dan menggunakan produk ketahanan pangan Bios 44  saat kunjungan kerjanya di Kabupaten Solok Selatan pada Rabu (25/12/2019). 

Menurutnya, produk tersebut telah terbukti selama ini dapat membantu para petani dalam meningkatkan pendapatannya melalui hasil pertanian, perikanan dan peternakannya.

"Kita berharap agar bisa kembalinya daerah yang terdampak bencana dan bermanfaat bagi masyarakat baik untuk lingkungan maupun untuk masyarakat sekitarnya. Mengingat, sebagai warga negara yang baik wajib mencarikan solusi alternatif," ujar danrem.

Pihaknya sebagai salah satu instansi pemerintahan adalah menjaga, mendukung dan menjalankan program dari pemerintah pusat guna meningkatkan kesejahteraan warganya.

“Rata-rata masyarakat yang telah menggunakan lahan untuk pertambangan tidak ada usaha untuk pengelolaan kembali lahan pertambangan agar bisa kembali seperti semula. Mengingat, lahan tersebut yang semestinya mempunyai resapan air yang cukup, ternyata sudah tidak bisa lagi meresap air hujan yang tinggi,” ujar danrem.

Sejauh ini lanjut danrem sesuatu hal yang telah terbukti dapat mengembalikan kondisi lahan yang tidak produktif dan tidak layak pakai untuk pertanian menjadi layak kembali.

Halaman
12
Penulis: Emil Mahmud
Editor: Emil Mahmud
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved