BERITA POPULER SUMBAR

POPULER - Tanah Retak di Limapuluh Kota| Heboh Ditemukan Sesosok Mayat di Padang Pariaman

Hingga 24 jam terakhir, pemberitaan populer di Kanal Sumatera Barat portal TribunPadang.com, peristiwa tanah retak terjadi d

Penulis: Emil Mahmud | Editor: Emil Mahmud
IST/Grup WA Siaga Bencana
Retakan tanah terjadi di Nagari Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar. 

TRIBUNPADANG.COM - Hingga 24 jam terakhir, pemberitaan populer di Kanal Sumatera Barat portal TribunPadang.com, peristiwa tanah retak terjadi di Nagari Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar).

Pemberitaan seputar penemuan sesosok mayat di Kasang Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Minggu sore kemarin.

Simak berikut rangkumannya; 

1.Tanah Retak di Limapuluh Kota Akibat Ledakan Tambang? Dinas ESDM Sumbar Akan Investigasi

Peristiwa tanah retak terjadi di Nagari Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar).

Dugaan sementara, tanah retak terjadi akibat aktivitas tambang yang ada di daerah tersebut.

Retakan tanah terjadi di Nagari Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar.
Retakan tanah terjadi di Nagari Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar. (IST/Grup WA Siaga Bencana)

Kasi Pengusahaan Pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan Dinas ESDM Sumbar, Azril A ST mengatakan, belum bisa memastikan penyebab keretakan tanah tersebut karena aktivitas tambang.

"Kami baru melakukan investigasi dan pembuktian lapangan. Apakah tanah retak di Nagari Koto Alam karena tambang atau penyebab lain," kata Azril A ST, Sabtu (21/12/2019) malam.

Sementara, lanjutnya, memang ditemukan daerah longsor, kemudian ada retakan sepanjang 100 meter di atas jalan.

Polres Tanah Datar Sebut Ruas Jalan Batusangkar - Payakumbuh telah Bisa Dilewati Pengguna Jalan

Tanah Retak di Limapuluh Kota Akibat Ledakan Tambang? Dinas ESDM Sumbar Akan Investigasi

Menurutnya, hal tersebut perlu pembuktian mendalam, apakah karena ledakan tambang atau unsur lain.

Azril A ST mengatakan, secara geologi, daerah Koto Alam memang daerah dengan morfologi yang curam.

Artinya, dengan morfologi yang curam dan kondisi tanah bebatuan yang mudah lepas, itu tanpa ada gangguan pun akan mudah longsor ditambah pemicunya hujan lebat.

"Daerah di sana termasuk morfologi curam, dilalui oleh banyak daerah patahan bawah tanah (struktur geologi) sehingga menjadi pemicu," jelas Azril.(*)

Berita selengkapnya klik di sini!

2. BPBD Limapuluh Kota Bantah Jalan Sumbar-Riau Putus Total, Kendaraan Masih Bisa Lewat

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved