20 Produk UMKM Sumbar Dapat Sertifikat Halal Gratis, Dibiayai Minangkabau World Foundation

20 Produk UMKM Sumbar Dapat Sertifikat Halal Gratis, Dibiayai Minangkabau World Foundation

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Saridal Maijar
TRIBUNPADANG.COM/RIZKA DESRI YUSFITA
Penyerahan sertifikat halal oleh Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Jumat (13/12/2019) di Padang. 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Sebanyak 20 sertifikat halal gratis yang dibiayai oleh Minangkabau World Foundation (MWF) bekerja sama dengan LPPOM, MUI, Pemprov Sumbar dan Unand diserahkan di Auditorium Gubernuran, Jumat (13/12/2019).

Ketua Dewan Pembina MWF Syukri Bey mengatakan, ketika bicara produk halal, ada tiga isu yang harus menjadi perhatian bersama.

Pertama, isu terhadap skala internasional atau dikenal dengan global bisnis halal, artinya bicara potensi.

Kedua, bicara tentang UU 33 tahun 2014 regulasi pemerintah untuk mendorong semua pelaku UMKM bahkan juga dalam skala besar untuk mempercepat produk halal.

Rapat Penjelasan Batalnya Penas Tani di Padang Diwarnai Kursi Kosong, Wako dan Wawako Tak Hadir

Ketiga, hadir sebuah lembaga bernama yayasan MWF di Sumatera Barat.

"Saya mencoba menggiring opini pada isu pertama, global bisnis halal. Disitu yang terjadi, dari suatu data yang disimak, ada namanya global state of Islam economic 2019."

"Transaksi produk halal itu sampai Rp 3,7 triliun. Setiap tahun meningkat 15 persen. Juga disampaikan pada 2050, umat Islam jauh lebih banyak dari sebelumnya di dunia," jelas Syukri Bey.

Menurut dia, hal itu menjadi suatu potensi pasar.

Potensi pasar tersebut ada yang sudah tunduk di dalamnya dan mengambil peluang, ada juga yang belum.

Pilkada Serentak di Sumbar: Pesisir Selatan, Padang Pariaman dan Agam Masih Kekurangan Dana

Dia mencontohkan, Thailand ambil bagian dengan menjadikan posisi negaranya pusat dapur dan produk halal tingkat dunia.

"Memposisikan hal itu tidak mudah. Faktanya memang terjadi. Jangan salah paham. Coba bayangkan, kalau kita ke Eropa, Amerika. Kalau jalan, gak ketemu makanan halal, pasti yang dicari restoran Thailand," tambahnya.

Ketika ditanya, apakah restoran Thailand halal, pihak di sana akan menjawab tidak karena untuk mendapatkan suatu produk halal tidak mudah.
Ada proses yang harus dilewati.

"Mereka akan jawab, mereka tidak jual babi. Dan pengunjung akan makan. Nah, di sini, jangan salah paham. Halal itu adalah proses. Walaupun dia tidak menjual babi, tapi belum tentu juga prosesnya halal," jelas Syukri Bey.

Daftar Harga Mobil Wuling OTR Padang di Desember 2019, Ada yang Harga di Bawah Rp 200 Juta

Tak hanya Thailand, Korea juga menguasai kosmetik halal dunia.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved