Berita Sumbar Hari Ini
Sumbar Diguncang Tiga Kali Gempa Sepekan Terakhir, BMKG Catat Gempa Hingga 5 Magnitudo
Sumatera Barat diguncang gempa sekitar tiga kali selama sepekan terakhir Bulan November 2019.
Penulis: Rezi Azwar | Editor: Emil Mahmud
Selama Sepekan Terakhir Sumbar Diguncang Tiga Kali Gempa, Stasiun BMKG Padang Panjang Juga Catat Gempa Sentuh Angka 5 Magnitudo
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Sumatera Barat diguncang gempa sekitar tiga kali selama sepekan terakhir Bulan November 2019.
Hal tersebut terdeteksi dan dicatat oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Stasiun Geofisika Padang Panjang.
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Padang Panjang, Mamuri mengatakan teracatat sejak tanggal Jumat (22/11/2019) hingga Kamis (28/11/2019) tercatat adanya gempa di Sumbar.
"Kejadian gempa bumi di Sumatera Barat, tercatat sebanyak tiga kali gempa bumi mengguncang wilayah Sumatera Barat," kata Mamuri, Jumat (29/11/2019).
Namun, dijelaskannya sepekan ini Stasiun BMKG Geofisika Padang Panjang mencatat adanya sebanyak enam kejadian gempa bumi, namun tidak hanya di Sumatera Barat.
"Ada tiga kejadian gempa yang terjadi berada di Samudra Hindia dan 3 kejadian berada daratan," sebut Mamuri.
Mamuri menyebutkan bahwa tersapat tiga kali kejadian gempa bumi menengah dan tiga diantaranya terjadi pada kedalaman dangkal kurang dari 60 kilometer/Km.
Sedangkan, tiga kejadian gempa bumi yang terjadi di sekitar wilayah Sumatera Barat, dan dua kali gempa bumi yang terjadi di wilayah Merangin Jambi.
Dan, dikatakannya ada satu kali gempa bumi yang terjadi di wilayah Bengkulu.
"Dari enam kejadian gempa bumi tersebut, yang tercatat di Stasiun Geofisika Padang Panjang terdapat dua gempa bumi dengan magnitudo di atas 5," kata Mamuri.
Dijelaskannya, yaitu magnituo 5.2 yang terjadi di wilayah Nias Selatan-Sumatera Utara pada tanggal 22 November 2019.
Mamuri menyebutkan gempa bumi 5.1 yang terjadi di wilayah Nias Selatan, Sumatera Utara pada tanggal 24 November 2019.
"Kami mengimbau agar warga untuk jangan percaya pada informasi yang belum jelas informasinya," kata Mamuri.
Mamuri menambahkan bahwa agar masyarakat diimbau tetap tenang, karena gempa yang tercatat selama sepakan tidak dirasakan.
"Jangan terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," tutup Mamuri.
