Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis Solar Langka di Sumbar, Pertamina Ungkap Penyebabnya
Sales Branch Manager PT Pertamina Arwin Nugraha mengungkap penyebab kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Sumatera Barat (Sumbar) sejak s
Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Mona Triana
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Sales Branch Manager PT Pertamina Arwin Nugraha mengungkap penyebab kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Sumatera Barat (Sumbar) sejak sepekan terakhir.
PT Pertamina (Persero) mengklaim telah melakukan penyaluran solar subsidi sesuai dengan alokasi di Sumbar.
"Memang ada kondisi kami temukan di lapangan BBM langka. Setelah di evaluasi ternyata penyebabnya ada dua," kata Arwin Nugraha di Padang, Senin (11/11/2019).
Dia menjelaskan, kelangkaan yang terjadi di wilayah Sumbar karena rendahnya alokasi biosolar untuk tahun 2019.
"Alokasi biosolar untuk tahun 2019 lebih rendah 9 persen daripada realisasi 2018," ungkap Arwin Nugraha.
• Pertamina Beberkan Kondisi Hingga Terjadinya Antrean BBM Premium di SPBU, Kota Padang
• DPRD Padang Desak Pihak Terkait Agar Cari Penyebab Antrean BBM Premium di SPBU
Namun bagaimanapun, lanjutnya, PT Pertamina (Persero) dalam menjaga perekonomian di Sumbar sudah menyalurkan BBM Solar melebihi alokasi hingga 12 persen sampai dengan 31 Oktober 2019.
Lebih lanjut, dijelaskan kelangkaan yang terjadi juga diakibatkan oleh penggunaan yang tidak sesuai ketentuan pemerintah.
"Kita lihat di beberapa SPBU, ada konsumen yang memang seharusnya dia tidak menggunakan solar subsidi tetapi tetap mengantre di SPBU. Ini yang menyebabkan antrean panjang di SPBU," terang Arwin Nugraha.
• BBM Jenis Premium Kosong Mengakibatkan Terjadi Antrean Panjang di Beberapa SPBU Kota Padang
• Kebakaran SPBU Gadut Berbuntut, Polisi Amankan Sopir yang Isi BBM Pakai Tangki Tambahan
Jikapun dilarang oleh operator, tandasnya, oknum tersebut akan pergi namun ia kembali mengantre di SPBU lainnya.
"Kita sudah bahas bersama dan sampaikan solusinya, kita akan segera melakukan tindak lanjut terkait hal ini," tegas Arwin Nugraha.
Dia berpesan kepada masyarakat agar jangan panik dengan kondisi yang terjadi.
"Saya sarankan, masyarakat melakukan pengisian BBM sesuai kebutuhan harian saja. Jika sehari butuh 60 liter, isi saja sesuai kebutuhan di hari itu. Karena untuk supply atau stok di SPBU akan kami normalisasi penyalurannya," imbau Arwin Nugraha. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/sales-branch-manager-pt-pertamina-arwin-nugraha-kiri-menjelaskan.jpg)