383 Titik Perlintasan Kereta Api di Sumbar Tanpa Plang & Penjaga, Terbanyak Padang-Lubuk Alung

Ratusan Perlintasan Kereta Api Tak Resmi atau Liar di Sumbar, PT KAI Imbau Pengguna Jalan Raya Patuhi Rambu-rambu Lalu Lintas

383 Titik Perlintasan Kereta Api di Sumbar Tanpa Plang & Penjaga, Terbanyak Padang-Lubuk Alung
istimewa
Satu unit minibus tertabrak kereta api Sibinuang karena mengalami mati mesin saat di perlintasan kereta api tanpa palang pintu, Jalan Syekh Burhanuddin tepatnya di Simpang Kamlung Keling, Kelurahan Lohong, Kecamatan Tengah, Kota Pariaman. Jumat (8/11/2019). 383 Titik Perlintasan Kereta Api di Sumbar Tanpa Tanpa Plang & Penjaga, Terbanyak Padang-Lubuk Alung 

Ratusan Perlintasan Kereta Api Tak Resmi atau Liar di Sumbar, PT KAI Imbau Pengguna Jalan Raya Patuhi Rambu-rambu Lalu Lintas

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - PT KAI Divre II Sumatera Barat (Sumbar) mencatat ada 453 titik perlintasan sebidang di provinsi Sumbar.

Dari jumlah tersebut hanya 25 yang merupakan perlintasan resmi dan memiliki penjaga.

Kemudian ada 45 perlintasan resmi dan tidak punya penjaga.

Dan 383 titik benar-benar merupakan perlintasan liar tanpa plang dan tanpa penjaga.

Kepala Humas PT KAI Divre II Sumbar M Reza Fahlepi mengatakan, mayoritas perlintasan liar itu berada di koridor Teluk Bayur-Bukit Putus, Bukit Putus-Padang, dan Padang- Lubuk Alung.

Penyebab Tabrakan Kereta Api Sibinuang Vs Avanza di Pariaman hingga Kepala Penumpang Avanza Robek.

Satu unit minibus tertabrak kereta api Sibinuang karena mengalami mati mesin saat di perlintasan kereta api tanpa palang pintu, Jalan Syekh Burhanuddin tepatnya di Simpang Kampung Keling, Kelurahan Lohong, Kecamatan Tengah, Kota Pariaman. Jumat (8/11/2019).
Satu unit minibus tertabrak kereta api Sibinuang karena mengalami mati mesin saat di perlintasan kereta api tanpa palang pintu, Jalan Syekh Burhanuddin tepatnya di Simpang Kampung Keling, Kelurahan Lohong, Kecamatan Tengah, Kota Pariaman. Jumat (8/11/2019). (istimewa)

Lalu di koridor Lubuk Alung-Kayu Tanam Lubuk Alung-Pariaman, dan Bukit Putus-Indarung.

Data yang dirilis PT KAI, hingga November 2019 sudah 17 kecelakaan yang melibatkan kereta api di Sumatera Barat.

"Dari angka tersebut, kecelakaan tidak hanya dengan kendaraan roda empat dan dua, tetapi juga kecelakaan antara kereta dan pejalan kaki," kata M Reza Fahlepi, saat dihubungi TribunPadang.com, Jumat (8/11/2019) malam.

Dijelaskan, Reza Fahlepi sesuai Undang Undang No 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 94 menyatakan bahwa untuk keselamatan perjalanan kereta api dan pemakai jalan, perlintasan sebidang yang tidak mempunyai izin harus ditutup.

"Penutupan perlintasan sebidang itu dilakukan oleh pemerintah atau pemerintah daerah. Itu tertera dalam undang-undang," jelas Reza Fahlepi.

Jangan Tiru! Risiko Maut Bertaruh Nyawa di Pelintasan Kereta Api

Untuk mengurangi angka kecelakaan di perlintasan sebidang, PT KAI mengimbau kepada seluruh pengguna jalan raya untuk lebih mematuhi rambu-rambu lalu lintas saat akan melewati perlintasan sebidang.

"Untuk sosialisasi kami sudah melakukannya kepada masyarakat dan sekolah-sekolah di sekitar wilayah perlintasan sebidang. Ini dilakukan guna mewujudkan keselamatan di pelintasan sebidang," kata Reza Fahlepi. (*)

Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: afrizal
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved