Kisah Penarik Becak, Suryanto Hidup Sebatang Kara di Kota Padang

Puluhan tahun mencari barang bekas ke rumah-rumah masyarakat, kini Suryanto menjadi tukang becak. Suryanto (75) satu dari 9 orang tukang becak yang

Penulis: Rima Kurniati | Editor: Mona Triana
TribunPadang.com/Rima Kurniati
Penarik Becak di Pasar Ulak Karang Suryanto 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Puluhan tahun  mencari barang bekas ke rumah-rumah masyarakat, kini Suryanto menjadi tukang becak.

Suryanto (75) satu dari 9 orang tukang becak yang masih bertahan di Pasar Ulak Karang Padang.

Kakek sebatang kara ini, sedari subuh memakirkan becaknya di simpang Pasar Ulak Karang.

KISAH RISTAN - Remaja 16 Tahun yang Lumpuh sejak Lahir dan Terbaring Bermimpi Kursi Roda

POPULER PADANG - Kisah Bocah 11 Tahun Jualan Palai Bada| Universitas Bung Hatta Buka Prodi TRKJ

"Setelah sholat subuh saya kesini, ada atau tidak adanya penumpang sampai magrib saya pulang. Kita mengukur usia tidak sanggup sampai malam," kata Suryanto pada Senin (14/10/2019).

Suryanto tidak punya sanak-saudara atau keluarga di Kota Padang.

Dia berasal dari Jawa tengah, yang pada masa Presiden Soeharto dirinya bersama sang istri bertransmigrasi ke Kota Padang.

KISAH PEREMPUAN Pemulung yang Mendadak Buta, Ditinggal Suami Diduga Selingkuh

KISAH FAREL, Bocah 11 Tahun Jualan Palai Bada Buatan Sang Nenek Demi Biaya Sekolahnya

Mereka tidak dikarunia anak dan Istri Suryanto sudah meninggal pada tahun 2016, menurut Suryanto karena komplikasi penyakit.

Suryanto kini mengontrak kamar di Jalan Gurita Ulak Karang dengan harga perbulannya Rp 300 Ribu.

"Saya mengontrak, satu kamar saja," ungkapnya.

Suryanto mengatakan dalam sehari pendapatannya menjadi tukang becak bisa Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu, belum termasuk bensin.

KISAH Syafri, Perantau Minang yang Enggan Kembali ke Wamena, Begini Alasannya

KISAH Riri Rahayu Hartati Wakil Sumbar di Ajang Jambore Pemuda Indonesia Tondano, Jadi Duta Wisata

Untuk harga tarif becaknya menurut Suryanto tergantung jarak, kalau dekat sekitar Rp 4000 sampai Rp 10.000.

Jika pindahan, Suryanto mengatakan harga pindahan tergantung kesepakatan dengan pelanggannya.

"Zaman kini susah, kalau berdagang modal tidak ada, apa lagi yang bisa dilakukan," katanya.

Suryanto mengatakan mendapat uang untuk  makan sehari-hari saja dirinya bersyukur.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved