Berita Sumbar Hari Ini

Eksodus Perantau Minang dari Papua, Wagub Sumbar: Semua Mereka Menangis dan Minta Pulang

Eksodus Perantau Minang dari Papua, Wagub Sumbar: Semua Mereka Menangis dan Minta Pulang

Eksodus Perantau Minang dari Papua, Wagub Sumbar: Semua Mereka Menangis dan Minta Pulang
Humas Pemprov Sumbar
Wagub Sumbar Nasrul Abit saat berada di Wamena Papua baru-baru ini. 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Gelombang eksodus warga Sumbar dari Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua masih terus berlangsung.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menghargai pilihan yang diambil oleh perantau Minang tersebut.

"Kami tidak bisa mengelak. Semua mereka menangis dan minta pulang," kata Nasrul Abit, Jumat (4/10/2019).

"Tolong dipulangkan, Pak. Kami tidak punya apa-apa," ucap Nasrul Abit mengingat permohon perantau Minang tersebut.

Apa Bantuan Pemerintah Pusat untuk Perantau Minang di Wamena Papua? Begini Jawaban Wagub Sumbar

Selaku pemerintah daerah, Nasrul Abit merasa bertanggung jawab terhadap hal tersebut.

"Tidak ada maksud kami untuk mengeluarkan mereka secara paksa dari Papua. Itu permohonan mereka," terang Nasrul Abit.

Nasrul Abit menyebut, perantau Minang ingin ke luar dulu sementara untuk menenangkan pikiran karena mereka melihat dengan mata sendiri apa yang terjadi di Wamena.

"Mereka yang minta pulang. Tentu saya dengan hati nurani, walaupun mereka penduduk Wamena, tetapi asalnya dari Sumbar, nurani kami berkata, mereka butuh bantuan," ujar Nasrul Abit.

UNP Siapkan 5 Konselor untuk Obati Trauma Perantau Minang Akibat Kerusuhan di Wamena Papua

Kendati demikian, berulang kali Nasrul Abit menyampaikan pesan agar perantau Minang memikirkan matang-matang rencana pulangnya ke Ranah Minang.

"Saya sampaikan, tolong pikirkan masa depan. Kalau di kampung terasa susah kehidupan, kembali lagi ke Wamena," pungkas Nasrul Abit.

Kemudian, Nasrul Abit memuji perantau Minang di Wamena.

Meski sudah lama tinggal di Wamena, perantau Minang masih menggunakan bahasa daerah Minangkabau untuk berkomunikasi.

"Ini adalah kebanggaan kita. Walaupun nun jauh di sana, mereka tetap merasa orang Minang," sebut Nasrul Abit.(*)

Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: Saridal Maijar
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved