GP Rusia 2019

McLaren Sesumbar Bisa Kembali Jadi Tim Top di F1 Setelah Rujuk dengan Mercedes

CEO McLaren F1, Zak Brown, percaya timnya bisa kembali bersaing dengan tim papan atas Formula 1 menyusul kerja sama dengan Mercedes.

McLaren Sesumbar Bisa Kembali Jadi Tim Top di F1 Setelah Rujuk dengan Mercedes
twitter.com/McLarenF1
Mobil McLaren McL34 pada balapan ke-1000 F1 di China, Minggu (14/4/2019) 

TRIBUNPADANG.COM - CEO McLaren F1, Zak Brown, percaya timnya bisa kembali bersaing dengan tim papan atas Formula 1 menyusul kerja sama dengan Mercedes.

Pengumuman kerja sama antara tim McLaren dan Mercedes menjadi salah satu kabar menarik di tengah berlangsungnya gelaran seri F1 GP Rusia.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Sabtu (28/9/2019), Mercedes akan menjadi pemasok power unit bagi McLaren mulai 2021.

Kerja sama McLaren dengan Mercedes bakal berlangsung setidaknya selama empat musim, atau sampai akhir musim 2024.

Ini bukan pertama kalinya McLaren menggunakan mesin buatan Mercedes.

Kolaborasi McLaren dan Mercedes pada 1994-2014 bahkan telah menghasilkan beberapa gelar juara melalui Mika Hakkinen (1998, 1999) dan Lewis Hamilton (2008).

Diyakini alasan McLaren memutus kemitraan dengan Mercedes pada 2014 karena anggapan tak dapat bersaing dengan tim pabrikan Mercedes sebagai tim pelanggan.

Meski demikian, CEO McLaren F1 Zak Brown saat ini percaya bahwa Mercedes memberi perlakuan yang adil terhadap tim-tim yang memakai mesin buatannya.

"Anda bisa melihat data telemetri," kata Zak Brown, dilansir BolaSport.com dari Motorsport.

"Jelas bahwa apa yang ada di dalam mobil tim Mercedes sama dengan apa yang ada di dalam mobil tim Williams dan Racing Point," imbuhnya.

Halaman
12
Editor: Emil Mahmud
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved