Berita Pasaman Hari Ini
Cara Novi Bertahan Hidup Berhari-hari Tersasar di Hutan Pasaman, Hasil Tangkapan Jadi Santapan
Cara Novi Bertahan Hidup Berhari-hari Tersasar di Hutan Pasaman, Hasil Tangkapan Jadi Santapan
Cara Novi Bertahan Hidup Berhari-hari Tersasar di Hutan Pasaman, Hasil Tangkapan Jadi Santapan
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Debi Gunawan
TRIBUNPADANG.COM, PASAMAN - Seorang pria bernama Novi (30) telah kembali ke rumahnya Jumat (20/9/2019) malam setelah sempat dinyatakan hilang sejak Selasa (17/9/2019).
Novi dinyatakan hilang setelah dirinya tidak kunjung kembali dari mencari burung di Bukit Aro Kabupaten Pasaman (sebelumnya tertulis Pasaman Barat), Sumatera Barat.
Padahal saat itu, Novi yang pergi mencari burung bersama temannya, sudah menetapkan titik kumpul mereka bila selesai berburu.
• BMKG: Pasaman Barat, Agam & Pesisir Selatan Berpotensi Hujan, Simak Prakiraan Cuaca Sumbar Hari Ini
Zulfahmi Koordinator Basarnas Pasaman mengatakan kejadian berawal saat korban dengan seorang temannya bernama Anton pergi mencari burung ke Bukit Aro, Kabupaten Pasaman.
Sesampai di lokasi pencarian burung, mereka menyepakati untuk berpisah dan mencari burung di dalam hutan sendiri-sendiri dengan lokasi yang berbeda.
Novi dan Anton sepakat tepat pukul 17.00 WIB mereka pun kembali berkumpul di titik yang sudah ditentukan bersama.
Namun setelah ditunggu Anton hingga pukul 18:30 WIB, Novi pun tak kunjung datang.
• Misteri Pria Hilang di Bukit Aro Pasaman Saat Cari Burung, Selamat Setelah Hanyutkan Diri di Sungai
Mendapatkan laporan orang hilang itu, Basarnas Pasaman pun melakukan pencarian.
Namun, hasil pencarian nihil hingga dilanjutkan esok harinya.
Jumat kemarin, Novi ternyata sudah sampai di rumahnya.
Koordinator Basarnas Pasaman, Zulfahmi, menuturkan, setelah dilakukan penggalian informasi dari korban, Novi mulai menyadari tersesat sekitar pukul 14.00 WIB pada Selasa tersebut.
Saat itu Novi sudah tidak mengetahui arah jalan pulang.
Novi juga tidak menemukan lagi jalan arah masuk hutan yang sudah dilewatinya.
• Seorang Pria Dilaporkan Hilang Setelah Mencari Burung di Rimbo Aro Pasaman Barat
"Akan tetapi di pukul 14.00 korban sudah merasa tersasar dan tidak mengetahui lagi arah dari mana dia masuk tadi," jelas Zulfahmi, Sabtu (21/9/2019).
Karena tidak tahu arah, Novi pun memutuskan untuk memilih jalan atau perbukitan yang tidak begitu curam.
"Itu mengarah ke utara dari lokasi pencarian dan hasil perhitungan tim, jarak lokasi yang disebutkan kurang lebih 17 km dari track punggung Bukit Barisan dan itu masih jauh dari perkampungan," ungkap Zulfahmi.
Lantas, bagaimana cara Novi bertahan hidup berhari-hari dalam hutan?
Karena hari sudah malam, akhirnya Novi membakar burung hasil tangkapannya untuk makan malam.
• PROMO Telkomsel Hari Terakhir, Paket Internet 30 GB Hanya Rp 30 Ribu untuk WeekendDeal VideoMAX
Novi pun harus beristirahat di tengah hutan.
Ia melanjutkan perjalanan kembali pada Rabu siang.
Novi kemudian menemukan sungai dan menghanyutkan diri sepanjang jalur sungai tersebut.
Beruntung dirinya bertemu seorang petani yang sedang menjala ikan.
Malam harinya Novi pun bermalam di pondok petani tersebut.
"Di siangnya itu bertemu dengan petani yang menjala ikan dan bermalam di pondok petani itu," ungkap Zulfahmi.
• PROMO Telkomsel Hari Terakhir, Paket Internet 30 GB Hanya Rp 30 Ribu untuk WeekendDeal VideoMAX
Kamis pagi sang petani tersebut mengantarkan Novi ke kampung Sungai Lolo, Mapat Tunggul Selatan, Kabupaten Pasaman.
"Sampai di perkampungan sudah mulai sore, dari kampung tadi tidak ada perahu sebagai akses keluar pada hari itu dan signal di sana tidak ada," ungkap Zulfahmi.
Paginya korban diantar oleh Jorong Nagari Sungai Lolo tersebut menuju desa Novi.
"Dan dilaporkan ke tim pencari pada pukul 22.00 WIB hari Jumat kalau korban sudah temukan dan dalam perjalan ke rumah korban oleh kepala jorong," ungkapnya.
Sedangkan dua regu pencarian masih di dalam hutan, dan diperkirakan sudah turun Sabtu sore (21/9/2019) ini.
"Setelah itu secara resmi operasi pencariannya ditutup,"pungkas Zulfahmi.
Disclaimer: Berita ini merevisi berita sebelumnya yang menyatakan lokasi kejadian ada di Pasaman Barat, seharusnya Kabupaten Pasaman
Kejadian Berbeda
Siti Fatimah (70) lansia warga Ranah Batahan Utara, Pasaman Barat yang hilang 3 hari terakhir ditemukan selamat.
Siti Fatimah sempat diduga hanyut di Sungai Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat.
Pasalnya saat itu Siti Fatimah hendak pergi mandi dan buang air besar ke Sungai Ranah Batahan.
Senin (26/8/2019), Siti Fatimah ditemukan sekitar pukuk 08.55 WIB.
Saat dihubungi oleh TribunPadang.com, Koordinator Basarnas Pasaman, Zulfahmi menjelaskan bahwa Siti Fatimah (70) ditemukan pada pukul 08.55 WIB.
• BMKG: Pasaman Barat, Agam & Pesisir Selatan Berpotensi Hujan, Simak Prakiraan Cuaca Sumbar Hari Ini
Siti Fatimah (70) diketahui hilang pada Jumat (23/8/2019) pada pukul 16.00.
Basarnas mendapat laporan pada pukul 20.40 WIB dari Walinagari Ranah Batahan Utara pada
Zulfahmi menyebutkan bahwa pencarian sudah dilakukan setiap hari sejak dilaporkan hilang.
Hari ini ditemukan dengan selamat.
"Keluarga bersujud syukur atas ditemukannya Ibu Fatimah ia mengucapkan rasa terimakasih kepada seluruh tim gabungan yang telah mencari," katanya, Senin (26/8/2019).
Dijelaskannya bahwa korban selamat dan ternyata tidak hanyut.
• DOWNLOAD MP3 DJ Tik Tok Entah Apa yang Merasukimu, Lagu Salah Apa Aku, Ada Lirik Versi Asli ILIR 7
Siti Fatimah ditemukan di kawasan PT Sago dan ditemukan oleh pekerja perusahaan.
Ia menjelaskan sejak hari kedua, pencarian sudah difokuskan ke darat dengan mengarah ke Timur.
Pencarian di darat dilakukan setelah hari kedua tim pencari menemukan barang bawaan korban di daratan.
Barang bawaan korban ditemukan sejauh 660 meter dari posisi peralatan mandi di dekat pinggir sungai.
"Karena pada hari kedua tim menemukan barang bawaan korban di darat arah timur sejauh 660 meter dari posisi peralatan mandi beliau dekat pinggir sungai. Pada hari kedua tim sudah memusatkan pencarian di darat," katanya.
"Jadi korban tidak hanyut. Kami menemukan korban dengan selamat, namun Ibu Siti Fatimah kami temukan dalam kondisi lemas," katanya.
Saat ini korban sudah ditangai oleh Bidan Desa.
"Korban sudah ditangani oleh Bidan Desa karena keadaannya yang lemas," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/proses-pencarian-novi-seorang-lelaki-yang-hilang-saat-mencari-burung-di-rimbo-aro-pasaman-barat.jpg)