Berita Padang Hari Ini

Mantan Direktur RSUD Rasidin Padang Ditahan Polisi, Berstatus Tersangka Dugaan Korupsi Alkes

Sekitar seminggu telah ditetapkan sebagai tersangka, mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD) Dr Rasidin ditahan oleh Polresta Padang.

Mantan Direktur RSUD Rasidin Padang Ditahan Polisi, Berstatus Tersangka Dugaan Korupsi Alkes
TRIBUNPADANG.COM/REZI AZWAR
Polisi geledah sejumlah ruangan di RSUD Rasidin Padang terkait dugaan korupsi alkes beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Sekitar seminggu telah ditetapkan sebagai tersangka, mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD) Dr Rasidin ditahan oleh Polresta Padang.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polresta Padang, AKP Edriyan Wiguna menjelaskan pada Sabtu (7/9/2019), bahwa pemanggilan sudah ia layangkan terhadap lima orang tersangka.

Ia menjelaskan, pemanggilan sudah dilakukan sejak Senin (2/9/2019 hingga Sabtu (7/9/2019), namun hanya satu orang yang memenuhi pemanggilan tersebut.

Ditanya Soal Dugaan Korupsi Alkes di RSUD Rasidin Padang, Direktur: Saya Tidak Terlalu Tahu

LIVE STREAMING: Polisi Geledah 4 Ruangan di RSUD Rasidin Padang Terkait Dugaan Korupsi Alkes

Kapolresta Padang, Kombes Pol Yulmar Try Himawan mengatakan, sudah menahan satu orang tersangka, yaitu mantan Direktur RSUD Dr Rasidin dalam kasus pengadaan alat kesehatan tahun anggaran tahun 2013.

"Hari ini kita melakukan penahanan terhadap salah satu tersangka terhadap pengadaan alat kesehatan di RSUD Dr Rasidin Padang," katanya kepada awak media di Mapolresta Padang, Rabu (11/9/2019).

"Yang diamankan adalah atas nama inisial HS, yang sudah kita tetapkan pada hari ini penahannya," ujarnya.

Kombes Pol Yulmar Try Himawan mengatakan, dari hasil penyidikan, ditetapkan tersangka sebanyak lima orang.

"Hari ini baru satu orang yang ditahan," katanya.

Polisi Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Alkes RSUD Rasidin Padang, Kemungkinan Bisa Bertambah

Respon PKS Sumbar Soal Spanduk #2020SandiUno-Mahyeldi di Padang, ‘Masa Mahyeldi Wakil Gubernur?’

Dikatakannya, bahwa empat tersangka lainnya masih dalam pemeriksaan.

"Yang lain masih dalam proses pemeriksaan, kerugian negara yang ditimbulkan terhadap pengadaan alat kesehatan tersebut," katanya.

Dikatakannya, bahwa dari hasil Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) ada sebanyak Rp5,1 miliiar kerugian negara.

Dijelaskannya, bahwa satu orang tersebut diamankan karena telah selesai dilakukan pemeriksaan, dan empatnya masih dalam proses.

"Karena baru satu yang sudah selesai pemeriksaannya, yang empat masih proses pemeriksaan dan ada yang belum datang panggilannya," katanya.(*)

Penulis: Rezi Azwar
Editor: Saridal Maijar
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved