Breaking News:

Luas Kawasan Kumuh di Sumbar Capai 9.331,75 Ha, Wagub Nasrul Abit Minta Harus Ditata Ulang 2019 Ini

Luas kawasan kumuh di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mencapai 9.331,75 Ha. Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menyebut kawasan kumuh tersebut terseb

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Mona Triana
TribunPadang.com/Rizka Desri Yusfita
Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit saat ditemui di ruangan, Jumat (6/9/2019). 

Nasrul Abit juga menyampaikan kendala penataan kawasan kumuh selama ini berasal dari kabupaten/kota.

"Pemkab/pemkot berharap uluran tangan dari pusat. Sementara, sekarang ini tidak bisa lagi berharap kepada pusat.

Nah, ke depan kita akan berbagi tanggung jawab.

Di samping itu, Pemrov juga akan meminta BUMN dan perusahan swasta untuk menuntaskan ketertinggalan dalam penataan kawasan kumuh," jelas Nasrul Abit.

Ia juga menyampaikan titik penataan kawasan kumuh akan diprioritaskan kepada seluruh kota yang ada di Sumbar. Ada tujuh kota di Sumbar.

Nantinya, permasalahan masing-masing kota akan diurai satu per satu dan dipilih mana yang akan diprioritaskan terlebih dulu.

Nasrul Abit menilai dari tujuh yang ada, kota yang memiliki komitmen tinggi dalam penataan kawasan kumuh ialah Bukittinggi.

Sebab pemerintah kotanya turun langsung ke lapangan untuk memonitor.

"Ini mudah-mudahan kota lain juga seperti itu komitmennya," harap Nasrul Abit.

Rayola, Artis Pop Minang Tampil Menghibur Hingga ke Malaysia, 1 Penyanyi Idolanya, Siti Nurhaliza

Sinopsis Episode 48 Sinema India Ishq Mein Marjawan di ANTV, Sabtu 7 September 2019 Pukul 11.00 WIB

Download MP3: Alan Walker Lily Lihat Terjemahan Lirik Lagu Bahasa Indonesia dan Video Klip

Ia juga mengemukakan, setelah penataan kawasan kumuh di kota, akan dipilih beberapa ibukota kabupaten yang memang termasuk indikator kawasan kumuh untuk ditata.

Namun, sementara tetap prioritas tujuh kota dulu sebab kota yang masuk kategori kumuh itu di antaranya Padang, Bukittinggi, Padang Panjang, dan Sawahlunto.

"Padang agak luas barangkali. Volume sampah juga cukup besar. Makanya masuk kategori kumuh. Kumuh itu dilhat dari kesehatan lingkungannya, kondisi perumahan, sampah, dan ketersediaan air bersihnya," tutur Nasrul Abit. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved