Padang

Grabi Patty, Komunitas Driver Ojek Online di Padang, Punya Puluhan Anggota dari Grab dan Gojek

Grabi Patty, Komunitas Driver Ojek Online di Padang, Punya Puluhan Anggota dari Grab dan Gojek

Penulis: Debi Gunawan | Editor: Saridal Maijar
TRIBUNPADANG.COM/DEBI GUNAWAN
Anggota Grabi Patty sedang berkumpul di Warkop Arie yang berada di dekat Plaza Andalas Padang, Kamis (5/9/2019) 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Debi Gunawan

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Dibentuk sejak Maret 2018 lalu, sekarang Grabi Patty sudah memiliki puluhan anggota aktif.

Berawal dari keinginan untuk berserikat dan membentuk jiwa kekeluargaan antara driver Grab, terbentuklah Grabi Patty ini.

Junaidi selaku Ketua Grabi Party mengatakan, pada awal berdiri, hanya driver Grab yang tergabung di dalam komunitas ini.

Pembangunan Tol Padang - Pekanbaru Terkendala Pembebasan Lahan, Harga Ganti Rugi Dinilai Rendah

Namun beriring waktu, sekarang driver Gojek pun juga sudah ada yang bergabung ke dalam komunitas Grabi Patty.

"Namnya tetap Grabi Patty, namun kita tidak menutup jika ada driver Gojek pun untuk bergabung," jelasnya kepada TribunPadang.com, Kamis (5/9/2019).

Berbagai kegiatan sosial pun telah mereka lakukan.

Seperti menggalang dana jika terjadi bencana, menyantuni anak panti asuhan, sampai turing bersama sesama anggota komunitas.

Danau Cimpago Bersih Bisa Jadi Ikon Baru Kota Padang, Kapolda Sumbar: Dulu Orang Tak Mau ke Sini

Grabi Petty memiliki slogan "Tatungkuik Samo Makan Tanah, Tatilantang Samo Minum Aia".

Junaidi mengatakan, pepatah tersebut memiliki arti solidaritas yang tinggi.

"Dalam keadaan susah kita bersama, dalam keadaan senang pun kita juga tetap bersama-sama," jelasnya.

Tujuan utama dari komunitas Grabi Petty menurut Junaidi adalah untuk memupuk jiwa kekeluargaan antara driver ojol.

"Kalau ke mana-mana kita ada yang melayani, begitupun teman-teman dari daerah lain, kalau mereka ke sini kita layani juga," jelasnya.

Pantat Truk Ditabrak Minibus dari Belakang, Pengemudi Truk di Padang Bukannya Marah, tapi . . .

Mereka selalu mengadakan pertemuan wajib sekali sebulan untuk membahas kegiatan-kegiatan yang akan mereka lakukan.

Untuk mendukung operasional dan memiliki dana ketika dalam kondisi-kondisi darurat, mereka selalu membayar uang kas Rp10.000 setiap bulannya.

Ia merasa dengan adanya komunitas-komunitas driver ojol di Kota Padang, mereka merasa terlindungi jika narik di malam hari.

"Apapun komunitasnya kita saling menjaga dan melindungi," jelasnya.(*)

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved