Pidato Pasambahan dan Sastra Lisan Bagurau Dinilai Mampu Tangkal Hoaks
Dosen Sastra Minangkabau sekaligus Ketua Prodi Magister Ilmu Sastra Minangkabau Universitas Andalas (Unand) Khairil Anwar mengatakan hoaks atau berita
Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Mona Triana
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Dosen Sastra Minangkabau sekaligus Ketua Prodi Magister Ilmu Sastra Minangkabau Universitas Andalas (Unand) Khairil Anwar mengatakan hoaks atau berita bohong memang marak beredar di masyarakat melalui aneka media.
Menurutnya, penyebaran berita hoaks tersebut dapat ditangkal dengan bentuk kearifan lokal yang ada, khususnya di daerah Sumatera Barat.
• Beredar Kabar Gempa Magnitudo 9,0 Setelah Gempa Banten, BMKG Pastikan Pesan Viral Itu Hoax
• Heboh Pesan Berantai Virus Machupo Dalam Paracetamol, BPOM: Jangan Mudah Terpengaruh Isu / Hoax
• Kabar Hoax Ani Yudhoyono Wafat Beredar, Wasekjen Demokrat Rachland Nashidik Ungkap Kondisi Terkini
"Di dalam tradisi Minangkabau ada namanya tradisi Pidato Pasambahan. Pidato pasambahan itu adalah pidato yang berbalas antara pihak tamu dan pihak tuan rumah.
Dalam berbalas pidato itu, mereka tidak langsung saling jawab. Tetapi ada semacam menanyakan hakikat dari isi pidato orang pertama," jelas Khairil Anwar.
Bagi Khairil Anwar hal seperti itu adalah bentuk penangkalan hoaks di dalam masyarakat Minangkabau yang masih terpelihara di sebagaian masyarakat tradisional.
• Gara-gara Hoax Ukuran Alat Vital, Mertua Laporkan Menantu ke Polisi, Terjadi di Indonesia
• Rocky Gerung Sebut Nama 2 Orang yang Pertama Kena Bila Hoax Bisa Dijerat UU Terorisme
• Kompas.com Diakui Internasional Jadi Penguji Informasi atas Hoax yang Marak dan Menyamar
"Betulkah, ini isi pidato yang Bapak sampaikan? Kalau tidak, berarti tidak akan dijawab atau tidak akan disebarkan sehingga tidak terjadi salah informasi.
Dia ulang pertanyaan dan isi pidato orang pertama. Lalu baru dia jawab. Apa keinginan dari isi pidato itu," ungkap Khairil Anwar.
Selain itu, bentuk penangkalan hoaks lainnya ada dalam sastra lisan yakni sastra lisan bagurau yang hakikatnya hampir sama dengan pidato Pasambahan.
Yakni selalu mengulang terlebih dahulu informasi yang disampaikan orang.
"Artinya orang yang berinteraksi tersebut adalah orang-orang yang betul konsentrasi terhadap interaksi dan komunikasi itu," ujar Khairil Anwar.
Senada dengan Khairil Anwar, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta Sutrisna Wibawa mengatakan memang masyarakat harus secara aktif melawan hoaks dengan cara mengunggah hal-hal yang baik di berbagai media.
"Budaya lokal memiliki potensi untuk itu karena orang ingin kembali ke kejayaan masa lalu. Mereka ingin tahu tentang keunggulan daerah," kata Sutrisna Wibawa.
• OST Film Gundala The End of The World,Dilengkapi Terjemahan Bahasa Indonesia dan Video Youtube
• Sinopsis Ishq Mein Marjawan Episode 40 Jumat 30 Agustus 2019,Sinema India ANTV Jam 11.00 WIB
• Jadwal Acara TV Hari Ini Jumat 30 Agustus 2019, Malam Ini di Indosiar Ada DStar Kemenangan
Lalu ia mengatakan, hoaks itu adalah hak individu, pengguna media sosial aktif tidak bisa berbuat apa-apa.
"Sulit menangkal hoaks karena itu kembali kepada perorangan, percaya atau tidak. Maka kita lawan dengan gencarnya postingan-postingan yang tentang budaya (kearifan lokal) sehingga bisa melawan hoaks," ujar Sutrisna Wibawa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/dosen-sastra-minangkabau-sekaligus-ketua-prodi-magister.jpg)