Padang
Kekeringan Melanda, Warga Batu Gadang, Lubuk Kilangan Kesulitan Mendapatkan Air Bersih
Kekeringan melanda Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) hingga membuat masyarakat kesulitan dalam mendapatkan air bersih
Penulis: Rezi Azwar | Editor: Emil Mahmud
Kekeringan Melanda Kelurahan Batu Gadang, Saat ini Warga kesulitan Mendapatkan Air Bersih
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kekeringan melanda Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) hingga membuat masyarakat kesulitan dalam mendapatkan air bersih.
Ratna Dewita (47) seorang warga setempat mengatakan bahwa untuk kebutuhan air sehari-hari masyarakat kelurahan Batu Gadang harus ke sungai, termasuk untuk kebutuhan lainnya.
Hal tersebut juga berdampak pada bertambahnya pengeluaran yang harus dikeluarkan oleh masyarakat karena kekeringan.
Pengeluaran yang harus dikeluarkan masyarakat seperti membeli air minum ke depot penjualan air minum atau air galon.
"Iya disini sudah lama terjadi kekeringan, sudah sekitar sebulan, dan untuk air sulit jadinya, sehingga harus membeli air galon untuk minum," kata Ratna Dewita (47), warga Rt 05/ Rw 02 dekat Mushalla Muta'alimin, Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Jumat (23/8/2019).
Sejauh ini lanjutnya sebagian masyarakat Batu Gadang harus berjalan sekitar 500 meter dari rumahnya, dan tergantung jauh rumah masyarakat yang ada.
Di antaranya, kebutuhan air untuk mencuci, mandi, dan lainnya masyarakat harus beralih ke sungai.
"Untuk ke sungai kita harus jalan dulu, kalau saya kan tidak terlalu jauh. Tapi ya jalannya begitu, ya menurun, dan pada saat pulang kita harus mendaki lagi," kata perempuan yang dipanggil sehari-hari dengan nama panggilan Rat.
Karena rumahnya Rat (47) tidak jauh dari Mushalla Muta'alim, ia biasanya numpang di kamar mandi mushalla.
Rata-rata masyarakat yang ada di Batu Gadang memiliki sumur, dan ada aliran air dari yang masuk ke rumah-rumah dari aliran bukit.
Namun, aliran air tersebut tidak lagi hidup dan mengalirkan air, begitu juga dengan sumur-sumur.
"Biasanya di sini dekat mushalla ini ada sumur, dan biasanya saat musim kemarau disana kami mengambil air," katanya.
Rat mengungkapkan bahwa karena sungai yang jauh membuatnya harus mengantarkan cuciannya ke laundry, dan membeli air galon untuk minum.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/tibamusim-kering.jpg)