Padang

3 Dosen FTI UBH Dipercaya LSP-P2 BLK Padang Jadi Asesor Siswa BLK/LPK di Sumbar, Riau & Kepri

Tiga Dosen Fakutas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta (FTI UBH), yang juga Asesor BNSP mendapat kepercayaan oleh LSP-P2 BLK Padang

Penulis: Emil Mahmud | Editor: Emil Mahmud
IST/DOK.DEKAN FTI UBH
Tiga Dosen FTI Universitas Bung Hatta (UBH) yang juga Asesor BNSP mendapat kepercayaan oleh LSP-P2 BLK Padang mengasesi siswa BLK di Padang baru-baru ini. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Tiga Dosen Fakutas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta (FTI UBH), yang juga Asesor BNSP mendapat kepercayaan oleh LSP-P2 BLK Padang guna mengasesi siswa BLK ataupun LPK di Provinsi Sumbar, Riau dan Riau Kepulauan atau Kepulauan Riau/Kepri.

Mereka para dosen FTI UBH itu masing-masing Hidayat, Cahayahati dan Arnita.

Hal itu dikemukakan oleh Dekan Fakultas Teknologi Industri, Hidayat saat menghubungi TribunPadang.com, di Padang, Kamis (22/8/2019).

Menurutnya, Tiga Dosen FTI Universitas Bung Hatta (UBH) mendapat kepercayaan dari LSP-P2 BLK Padang guna mengasesi "Menuju Indonesia Kompeten"

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala BLK Padang, Syamsi Hari, dan juga Riswanto selaku Direktur LSP-P2 BLK Padang yang sudah memberi kepercayaan kepada dosen-dosen FTI UBH

Demikian juga telah memberi kesempatan kepada mahasiswa FTI UBH menggunakan fasilitas BLK," ujar Hidayat.

Sampai saat ini, Mata Uji Kompetensi (MUK) yang tersedia di LSP-P2 BLK Padang, baru setingkat operator, tukang (Level 2, 3).

"Dengan dilibatkanya dosen FTI UBH, diharapkan ke depan tersedia MUK untuk setingkat teknisi, perencana, manejer dan sebagainya (level 4, 5 dan seterusnya).

Sebelumnya, pada 14 dan 15 Agustus 2019 yang lalu, ketiga dosen FTI tersebut ditugaskan mengasesi ke BLK Pekan Baru, Bidang Instalasi Penerangan.

Hidayat mengutip; "Menuju Indonesia Kompeten", sebagai jargon para siswa BLK (Balai Latihan Kerja) yang sengaja dipampang di berbagai sisi ruangan, termasuk baju yang dikenakannya.

"Tentu saja itu tidak sekadar jargon, namun menjadi visi para siswa ketika mengikuti pelatihan di BLK," ujar Hidayat.

Sekaitan perlunya kompetensi, maka lanjut Hidayat seharusnya memenuhi tiga unsur yaitu knowladge, skill dan attitude.

"Artinya, seseorang dikatakan kompeten apabila ia mengetahui apa yang akan dilakukan, bisa melakukan dan melakukannya sesuai aturan dan norma yang benar," paparnya.

Selesai berlatih, katanya para siswa mengikuti Uji Kompetensi (UJK) untuk menentukan apakah siswa tersebut Kompeten (K) atau Belum Kompeten (BK) dalam bidang yang diikuti mereka.

Institusi yang menguji tidak boleh lembaga tempat mereka berlatih seperti BLK atau LPK, melainkan lembaga yang dipercaya dan ditunjuk oleh BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) yang disebut dengan LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi).

Berdasar catatannya, FTI Universitas Bung Hatta sudah bekerjasama dengan BLK Padang semenjak April 2018 yang lalu.

Kerjasama dalam pemanfaatan fasilitas labor/ bengkel dan juga pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) kedua belah pihak.(*/TribunPadang.com/EmilMahmudsyah).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved