Breaking News:

Sumbar

BMKG: Masyarakat Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan, Ini Alasannya

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang

tribunnews
Ilustrasi: Info BMKG 

BMKG: Kualitas Udara di Wilayah Sumbar dalam Level Sedang, Masyarakat Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang, Agam, Sumbar menyatakan saat ini kualitas udara di wilayah Sumatera Barat dalam level sedang.

"Angka kualitas udara dalam 24 jam tercatat beberapa kali berada pada level sedang yakni dalam rentang 51 hingga 150 ug/m3)," kata Kepala BMKG GAW Kototabang Wan Dayontalis, Rabu (21/8/2019).

Sementara nilai ambang batas konsentrasi polusi udara yang diperbolehkan di udara ambien yaitu untuk PM10 150 mikrgram/m3.

IlustrasI: Kondisi cuaca kembali cerah di Kecamatan Rukan, Bengkalis, setelah kawasan itu diguyur hujan selama empat jam, Jumat (1/3/2019). Sejumlah warga beraktivitas seperti biasa, karena kabut asap sudah menghilang.
IlustrasI: Kondisi cuaca kembali cerah di Kecamatan Rukan, Bengkalis, setelah kawasan itu diguyur hujan selama empat jam, Jumat (1/3/2019). Sejumlah warga beraktivitas seperti biasa, karena kabut asap sudah menghilang. (KOMPAS.com/IDON TANJUNG)

Penurunan kualitas udara Sumbar perlu lebih diwaspadai dan diperhatikan karena hotspot dari tenggara mengarah ke Sumbar. Kemudian juga masih rendah atau kurangnya intensitas hujan.

Dalam 24 jam terakhir, kata dia, telah terpantau sebanyak 42 hotspot di wilayah Riau, 55 hotspot di Jambi dan 20 titik di wilayah Sumatera Selatan dengan tingkat kepercayaan >70 persen.

Namun, berdasarkan satelit lapan belum terpantau adanya hotspot di wilayah Sumbar.

Ia mengimbau agar masyarakat mewaspdai dampak penurunan kualitas udara jika hotspot meningkat dan curah hujan terus berkurang.

"Saat polusi partikulat pada level sedang akan berisiko pada kelompok rentan yaitu anak-anak dan manula. Oleh karena itu, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan," ujar Wan Dayontalis.

Ia juga mengimbau agar masyarakat umum sebaiknya menggunakan masker jika berada di area terbuka.

Sementara, untuk mengurangi potensi memburuknya kualitas udara, ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran pada area terbuka.

"Saya juga mengajak masyarakat untuk membudayakan hemat energi," kata Wan Dayontalis.

Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved