BERITA POPULER SUMBAR

POPULER SUMBAR - 'Bungo Lado' Dinominasikan di Surfival 2019| Hanifah Pembawa Baki Upacara Bendera

Sejumlah pemberitaan seputar Sumatera Barat (Sumbar) menghiasai kanal portal berita TribunPadang.com, Kamis (15/8/2019) kemarin

Penulis: Emil Mahmud | Editor: Emil Mahmud
Dok: Andri Maijar
Film ‘Bungo Lado’ Karya Andri Maijar Masuk Nomimasi Sumbar Film Festival 2019 Kategori Dokumenter 

TRIBUNPADANG.COM - Sejumlah pemberitaan seputar Sumatera Barat (Sumbar) menghiasai kanal portal berita TribunPadang.com, Kamis (15/8/2019) kemarin.

Sejumlah berita tersebut menempati deretan populer sepanjang 24 jam lalu, pada Kamis kemarin. Di antaranya,  Film ‘Bungo Lado’ Karya Andri Maijar Masuk Nomimasi Sumbar Film Festival 2019 Kategori Dokumenter serta berita lainnya.

Simak rangkuman beritanya berikut ini:

1. Film ‘Bungo Lado’ Karya Andri Maijar Masuk Nomimasi Sumbar Film Festival 2019 Kategori Dokumenter

Film dokumenter ‘Bungo Lado’ yang disutradarai oleh Andri Maijar, masuk nominasi Sumbar Film Festival (Surfival) 2019.

Film ini diproduksi oleh Rumah Produksi Rumpun Creative.

Selain film Bungo Lado, ada empat film lainnya yang juga masuk nominasi kategori dokumenter.

Film yang masuk nominasi tersebut akan memperebutkan kategori ide terbaik, pilihan juri, dan film terbaik pada malam anugerah 18 Agustus 2019 mendatang.

Film Bungo Lado ini menceritakan tentang sebuah tradisi masyarakat Padang Pariaman.

Film Bungo Lado ini juga pernah ditayangkan di Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam, Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang pada awal Februari 2019 lalu.

Film yang menjadi prasyarat Andri Maijar untuk ujian Pascasarjana Minat Penciptaan Televisi dan Film ini, cukup mendapat tempat di hati penonton.

“Film ini berdurasi 25 menit, menceritakan tentang sebuah tradisi masyarakat Padang Pariaman, yakni tradisi Bungo Lado dalam perayaan Maulid Nabi,” kata Andri Maijar kepada TribunPadang.com, Kamis (15/8/2019).

Dalam tradisi tersebut, kata Andri Maijar, berbagai aspek dan nilai-nilai menjadi landasan masyarakat yang kemudian dikemas menjadi sebuah film yang cukup apik dalam subjektifitas masyarakat.

Film ‘Bungo Lado’ Karya Andri Maijar Masuk Nomimasi Sumbar Film Festival 2019 Kategori Dokumenter
Film ‘Bungo Lado’ Karya Andri Maijar Masuk Nomimasi Sumbar Film Festival 2019 Kategori Dokumenter (Dok: Andri Maijar)

Berita selengkapnya klik di sini!

2. Hanifah, Gadis Cantik Pembawa Baki Pengibaran Bendera 17 Agustus 2019 di Kantor Gubernur Sumbar

Tangis Hanifah Aulya Hasanah pecah ketika ditunjuk sebagai pembawa baki pengibaran bendera di Kantor Gubernur Sumbar 17 Agustus 2019.

Usai berfoto bersama, ia langsung menemui kedua orang tuanya yang sedang menunggu di kursi tamu undangan.

Ia menjabat tangan dan memeluk ibunya dengan erat.

"Saya sangat bangga dan terharu sekali terpilih sebagai pembawa baki Paskibra Sumbar," ujar Hanifah kepada TribunPadang.com, Kamis (15/8/2019).

Hanifah Aulya Hasanah merupakan pelajar kelas XI SMA Negeri 4 Padang.

Remaja berusia 16 tahun ini bercerita pertama kali mengikuti Paskibra saat dirinya duduk dibangku kelas IX SMP.

Ketika itu ia pun rutin mengikuti kegiatan Paskibra di sekolahnya.

Setelah itu beranjak ke bangku SMA, Hanifah mengikuti Paskibraka hingga lolos ke tingkat provinsi.

Berita selengkapnya klik di sini!

3  Punya Lahan Sawit Seluas 494.726,96 Hektar, Ini Harga Terkini Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Sumbar

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat luas lahan kelapa sawit di Sumbar sekitar 494.726,96 hektar (Ha).

Rinciannya, kelapa sawit yang dibudidayakan perkebunan rakyat (PR) sekitar 220,193 Ha, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 7.103,16 Ha, dan Perkebunan Besar Swasta Nasional (PBSN) 267.480,80 Ha.

Daerah sentra penanaman kelapa sawit adalah Pasaman Barat, Pesisir Selatan, Dharmasraya, Agam, Sijunjung, dan Solok Selatan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sumatera Barat (Sumbar) Candra mengatakan kelapa sawit Sumbar memiliki kontribusi lebih kurang 4 persen dari jumlah areal di Indonesia.

"Kelapa Sawit sudah bergeliat sejak mulai dikembangkan di Pasaman Barat pada 1980. Saat itu cikal bakal pengembangan kelapa sawit Indonesia berasal dari Sumbar.

Kita berharap kelapa sawit bisa meningkatkan perekonomian sehingga mensejahterakan masyarakat," kata Candra di Padang, Rabu (14/8/2019).

Candra menyebut dari total 494.726,96 Ha luas kelapa sawit ada beberapa kebun sawit yang usianya sudah melewati batas dan mulai diajukan untuk peremajaan.

Peremajaan sawit menurutnya mampu meningkatkan produksi kelapa sawit dalam jangka panjang. Kalau tidak, tentu akan berdampak pada jumlah, kualitas produksi, dan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit itu sendiri.

"Harga terkini kelapa sawit bagi petani yang bermitra dengan perusahaan yakni Rp 1.431 per kilogram. Lima belas hari yang lalu sempat turun hingga Rp 1.200," jelas Candra.

Berita selengkapnya klik di sini!

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved