Stasiun Pulau Air Padang Akan Beroperasi, Komunitas Pecinta Kereta Api Ingatkan Ini untuk Warga
Stasiun Pulau Air Padang Akan Beroperasi, Komunitas Pecinta Kereta Api Ingatkan Ini untuk Warga
Penulis: Debi Gunawan | Editor: Saridal Maijar
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Debi Gunawan
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Ketua Komunitas Pecinta Kereta Api Drive 2 Sumatera Barat (KPKD2SB), Anggi Adrian Latif mengingatkan warga untuk sadar akan keberadaan kereta api.
"Karena sudah terlalu lama tidak aktif ya, jadi masyarakat sekitar harus sadar," ungkapnya, Kamis (8/8/2019).
Kesadaran masyarakat tersebut sangat berguna agar tidak terjadi kecelakaan kereta api.
Selain itu, ia memprediksi, kecepatan kereta api di wilayah Padang akan lebih tinggi karena rute bertambah panjang.
• Cintai Kereta Api, Tiga Sekawan Membentuk Komunitas KPKD2SB Semenjak 2010
"Di Padang kan jalur satu, gak ganda berbeda dari wilayah lain seperti di Pulau Jawa," ungkapnya.
Selain itu, keberadaan relawan di beberapa perlintasan tanpa palang pintu sangat membantu menurutnya.
"Oleh karena itu, kami sangat menerima jika ada instansi yang peduli kepada relawan," jelasnya.
Ia menuturkan, yang dibutuhkan relawan lebih banyak mengenai perlengkapan seperti rompi, topi, ataupun pluit.
Sebelumnya diberitakan, Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumatera Barat telah memulai upaya reaktivasi jalur kereta api dari Stasiun Padang (Stasiun Simpang Haru) ke Stasiun Pulau Air.
• Angka Kecelakaan Tinggi, Wagub Sumbar Dorong Pelajar Bantu Jaga di Perlintasan Kereta Api
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumatera Barat Suranto Ato mengatakan, Stasiun Pulai Air akan menjadi stasiun awal dan akhir.
"Rencana untuk pemberangkatan ke Stasiun BIM, Stasiun Kayu Tanam, dan Stasiun Naras.
Kereta yang akan dioperasikan adalah Kereta Minangkabau Ekspres dan Kereta Sibinuang.
Dari Stasiun Pulau Air bisa lanjut ke Kayu Tanam, jika nanti rel bergigi sudah di reaktivasi juga perjalanan bisa lanjut ke Bukittinggi atau Danau Singkarak, Solok, dan Sawahlunto.
Banyak view yang bisa “dijual” ke wisatawan jika perjalanan menggunakan kereta api," jelas Suranto Ato saat dihubungi TribunPadang.com, Jumat (26/7/2019).
• Mati Lampu di Jabodetabek, PT KAI Minta Maaf karena Keterlambatan Keberangkatan Kereta Api
Selain untuk angkutan penumpang ke Stasiun BIM, Naras, dan Kayu Tanam juga untuk mendukung wisatawan yang hendak ke Mentawai.
Ia menjelaskan, rute yang akan dilewati mulai dari bandara naik kereta api di stasiun BIM kemudian lanjut ke Stasiun Padang lalu ke Stasiun Pulau Air.
Setelah itu, warga akan menaiki angkutan feeder sehingga bisa menikmati kuliner di kota tua baru terakhir tujuan berlanjut ke Mentawai.
"Dari Stasiun Pulau Air harus ada angkutan feeder yang ke Muaro Padang.
Angkutan feeder ini akan melalui spot-spot kuliner dan Kota Tua sebelum lanjut ke Mentawai.
Namun, untuk rute menuju Muaro Padang, kami belum menyiapkan dokumen perencanaannya," jelas Suranto Ato.
• Kupon Diskon Tiket Kereta Api Hingga Rp 15 Ribu Tanpa Minimum Transaksi
Sementara, untuk lanjut ke Mentawai, penumpang akan menaiki kapal.
Sebelum itu, penumpang naik kereta api dari stasiun BIM - Stasiun Padang - Stasiun Pulau Air - angkutan darat yang membawa wisatawan ke dermaga kapal menuju Mentawai.
"Nah, ketika naik angkutan darat ini ada potensi mereka untuk menikmati kuliner dulu mengingat perjalanan ke Mentawai dengan kapal lumayan lama," ujar Suranto Ato.
Suranto Ato menjelaskan, pekerjaan sudah mulai dicicil pihak Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumatera Barat.
"Progres saat ini adalah penertiban dan pembongkaran bangunan serta rel eksisting paralel dengan pengerjaan lain seperti box culvert atau gorong-gorong," tambah Suranto Ato.
Suranto Ato berharap akhir tahun 2019, pengerjaan jalur kereta api dari Stasiun Padang (Stasiun Simpang Haru) ke Stasiun Pulau Air dapat diselesaikan segera.
• Atasi Abrasi, Karung Raksasa Berisi Pasir Dipasang di Monumen Merpati Perdamaian Pantai Padang
"Insyaallah tahun 2020 sudah bisa dioperasikan," ujar Suranto Ato.
Suranto Ato menjelaskan tujuan reaktivasi antara lain sebagai alternatif transportasi bagi masyarakat.
Selain itu, untuk menghidupkan kembali transportasi kereta api.
"Kemudian juga menjaga jaringan kereta api di Sumbar, menjaga aset dan melestarikan cagar budaya serta mendukung pariwisata," jelas Suranto Ato.
Dana yang digelontorkan hingga Rp 40 miliar untuk mengaktifkan jalur kereta sepanjang 2,5 kilometer dari Stasiun Pulau Air menuju Stasiun Padang dan beberapa jembatan.
• Adele When We Were Young (MP3) Dilengkapi Arti Lirik Lagu dan Video Klip
Pengaktifan kembali jalur KA tentunya juga akan mencakup rehabilitasi bangunan stasiun kereta Pulau Air.
"Kira-kira Rp 40 Miliar. Itu untuk pekerjaan jalur KA, pembangunan beberapa box culver, beberapa jembatan, stasiun pulau air, halte tarandam, penertiban dan sterilisasi/pemagaran," ungkap Suranto Ato.
Suranto Ato bersyukur pengerjaan stasiun pertama yang dibangun Belanda di Kota Padang berjalan lancar.
"Ini berkat dukungan semua stakeholder di Sumatera Barat. Kita nantinya harus rajin mempromosikan destinasi wisata yang didukung dengan angkutan KA, sehingga wisatawan merasa mudah untuk menjangkau destinasi wisata," ucap Suranto Ato.
Suranto Ato juga mengungkap jalur KA lain yang akan diaktifkan kembali di Sumbar.
Di antaranya jalur Muaro Kalaban - Muaro (Sijunjung) sepanjang 26kmsp.
Selain itu, jalur KA dari Naras - Sungai Limau sepanjang 7kmsp juga berpotensi untuk diaktifkan kembali.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/ilustrasi-kereta-api-sumbar.jpg)