Sumbar
Event Tour de Singkarak Kenyataannya Mendongkrak Pariwisata Sumatera Barat
Kejuaraan balap sepeda resmi dari Persatuan Balap Sepeda Internasional atau dikenal Tour de Singkarak (TdS) diselenggarakan setiap
Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Emil Mahmud
Tour de Singkarak, Bukan Semata-mata Gairahkan Olahraga Tetapi Juga Dongkrak Pariwisata Sumbar
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kejuaraan balap sepeda resmi dari Persatuan Balap Sepeda Internasional atau dikenal Tour de Singkarak (TdS) diselenggarakan setiap tahun di Sumatera Barat (Sumbar).
Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Oni Yulfian mengatakan Tour de Singkarak merupakan suatu upaya untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Sumbar.
"Menyelenggarakan iven adalah bentuk upaya Sumbar meningkatkan kunjungan wisata. Walaupun iven balap sepeda, Tour de Singkarak bukan hanya semata-mata menggairahkan olahraga. Melainkan, bagaimana iven olahraga bisa meningkatkan pariwisata Sumbar," jelas Oni Yulfian.
Pada pelaksanaan TdS nanti, peserta akan melewati beberapa lokasi wisata menggunakan sepeda.
Tak hanya itu, masyarakat juga akan memenuhi titik-titik yang dilewati peserta TdS.
"Di kelok 44, misalnya. Masyarakat dan awak media akan memotret momen menarik. Begitupun pembalap. Sembari bersepeda, ia senantiasa melihat kiri dan kanan keindahan pariwisata Sumbar," ujar Oni Yulfian.
Mulanya, TdS diselenggarakan hanya empat etape. Kemudian berkembang menjadi enam etape. Dan beberapa tahun terakhir terus meningkat.
Tahun 2019, Tour de Singkarak kembali dilaksanakan pada 2 hingga 10 November dengan 9 etape. Hanya 14 kabupaten dan kota di Sumbar yang menjadi tuan rumah TdS 2019.
Lima daerah lainnya masing-masing Kabupaten Pasaman Barat, Padang Pariaman, Sijunjung dan Kota Solok tidak ikut serta karena beberapa alasan.
"Macam-macam alasannya. Masing-masing daerah itu punya iven prioritas, terutama mengentas kemiskinan," jelas Oni Yulfian.
Sementara, Mentawai memang dari awal terkendala geografis karena berbentuk kepulauan. Namun Oni mengatakan, Mentawai bisa ikut juga hadir dalam acara seremonial.
"Ada 14 kabupaten dan kota di Sumbar yang menjadi tuan rumah TdS 2019. Masing-masing daerah akan menjadi lokasi start, finish, maupun lokasi yang dilewati.
Meski sejak 2018 diserahkan kepada provinsi terkait penyelenggaraan dan publikasi, namun dukungan kabupaten dan kota juga sangat besar, terutama dalam promosi dan penyelenggaraan balap itu sendiri," ungkap Oni Yulfian.