Breaking News:

Padang

Lapas Kelas II A Padang Overload, Kapasitas 556 Orang, tapi Dihuni 1.012 Warga Binaan

Penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Padang telah overload atau jumlah melebihi kapasitas.

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Saridal Maijar
TRIBUNPADANG.COM/RIZKA DESRI YUSFITA
Lapas Kelas II A Padang yang berada di Jalan Muaro Padang. 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Padang telah overload atau jumlah melebihi kapasitas.

Hal itu diungkapkan Plh Kalapas Muaro Padang Rusdi saat ditemui setelah kegiatan sharing komunikasi dan motivasi bersama Aqua Dwipayana, Senin (20/5/2019).

"Jumlah penghuni Lapas per 20 Mei 2019 mencapai 1.012 orang. Jumlah tersebut melebihi daya tampung yang hanya diperuntukan bagi 556 orang warga binaan," ungkap Rusdi.

Penghuni Lapas II A, kata Rusdi, mayoritas warga yang terlibat kasus narkoba dan pidana umum lainnya.

Untuk meredam gejolak overload, Rusdi mengatakan pihaknya telah mengatur strategi berupa membuat kegiatan yang mengarah kepada pembentukan kepribadian dan kemandirian.

Plh Kalapas Muaro Padang Rusdi
Plh Kalapas Muaro Padang Rusdi (TRIBUNPADANG.COM/RIZKA DESRI YUSFITA)

Ini Pesan Aqua Dwipayana Saat Kunjungi Lapas Kelas IIA Padang, Sumbar

Aqua Dwipayana Motivasi Napi di Lapas Kelas II A Padang, Punya Target 260 Ribu Napi se Indonesia

Melalui hal tersebut, diyakini mampu meningkatkan wawasan dan pengetahuan warga binaan.

"Selama berada di lapas, mereka dibina bukan dibinasakan supaya perilaku mereka bisa berubah menjadi lebih baik.

Kami memberi arahan, motivasi supaya ke depannya bisa berbuat baik dan berguna bagi bangsa dan negara," jelasnya.

Kegiatan yang mampu mendorong perubahan perilaku penghuni lapas yakni melalui pendidikan santri. Pendidikan santri tersebut mengadopsi pondok pesantren.

"Kegiatan santri berupa pembinaan moral dan perilaku supaya bisa berubah.

Kita fokuskan kepada penguatan keyakinan dan pengetahuan tentang agama. Di antaranya, baca alquran, hadist, ilmu fiqih, dan lainnya," tutur Rusdi.(*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved