Ramadan

Godok Batinta, Jajanan Khas Sumbar yang Hanya Ada saat Ramadan, Anda Pernah Coba?

Godok Batinta, Jajanan Khas Sumbar yang Hanya Ada saat Ramadan, Anda Pernah Mencobanya?

Penulis: Nadia Nazar | Editor: Saridal Maijar
TribunPadang.com/Nadia Nazar
Godok Batinta, Jajanan Khas Sumbar yang Hanya Ada saat Ramadan 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Nadia Nazar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Dari namanya saja sudah unik, godok batinta. Kira-kira Tribunners tahu godok batinta itu seperti apa?

Jajanan ini memang tak sepopuler lamang tapai, sala lauak, dan jajanan tradisional khas daerah Sumatera Barat lainnya.

Bahkan uniknya jajanan ini mudah dijumpai hanya pada saat bulan Ramadan, terutama pada Pasar Pabukoan.

Di antara banyaknya pada pedagang yang menyajikan berbagai menu makanan dan minuman, jajanan ini tetap menjadi menu pilihan masyarakat pada saat berburu takjil di Pasar Pabukoan.

TIPS Memilih Takjil di Pasar Pabukoan Padang, Simak Ciri-ciri Makanan Mengandung Bahan Berbahaya

BBPOM Ingatkan Pedagang Takjil di Padang: Jangan Gunakan Rhodamin, Borak hingga Formalin

Godok batinta merupakan jajanan tradisional khas dari Sumatera Barat ( Sumbar) yang bahan utamanya adalah pisang dan tepung beras. Untuk membuatnya pun mudah.

Ditemui TribunPadang.com, Syamsimar seorang pedagang yang  menjual jajanan unik ini mengatakan, untuk membuat godok batinta ini memerlukan bahan yang mudah didapatkan.

Ia menjelaskan bahan-bahan tersebut seperti pisang batu, tepung beras, gula merah dan garam secukupnya.

"Pisang terlebih dahulu dihaluskan dengan cara diremas, kemudian dimasukkan tepung beras ke dalamnya," jelas perempuan yang akrab disapa Imang ini.

Godok batinta, jajanan khas Sumbar yang dijual di pasar pabukoan di Padang.
Godok batinta, jajanan khas Sumbar yang dijual di pasar pabukoan di Padang. (TribunPadang.com/Nadia Nazar)

Ayo Berburu Takjil nan Menyelera di Pasar Pabukoan Kota Padang

MENU TAKJIL - Variasi Kolak untuk Berbuka Puasa, Gunakan Bahan Alternatif Bila Bosan dengan Pisang

Lalu, lanjutnya tambahkan garam pada adonan tersebut secukupnya sesuai selera, kemudian aduk hingga rata.

"Tidak ada takaran waktu dalam membuat adonan ini, yang penting semua sudah halus dan bahannya pun sudah tercampur rata," kata Imang.

Jika sudah selesai, adonan tersebut dibentuk sesuai selera hanya dengan bantuan tangan tanpa menggunakan cetakan khusus.

Lalu goreng hingga warnanya berubah menjadi agak kecoklatan.

Awal Ramadhan Ini Nokia 4.2 Resmi Beredar Di Pasar Indonesia, Lihat Spesifikasi dan Harganya

Turunkan Harga di Pasar, 30 Ton Bawang Putih Didatangkan ke Sumbar, Dijual Rp35 Ribu/Kg

Langkah selanjutnya yang dijelaskan Imang yaitu membuat gula merah yang biasa disebut dengan tintanya.

"Orang minang menyebut gula merah tersebut dengan gula saka," jelasnya.

Menurutnya, dinamakan godok batinta karena pisang yang telah digoreng tadi dilumuri oleh gula saka tersebut sehingga bentuknya menyerupai tinta yang ditumpahkan.

"Gula saka itu dipanaskan, gak perlu lama asal gula tersebut sudah hancur dan kira-kira kentalnya pas," jelas perempuan berusia 60 tahun ini.

Untuk harga jual, godok batinta biasa dijual seharga Rp2 ribu per buah.(*)

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved