Pemilu 2019

Jimly Asshiddiqie Berharap Jangan Ada Lagi Perang Opini di Media Sosial Pasca Pemilu

Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia ( ICMI) meminta seluruh komponen bangsa untuk menahan diri dan menunggu hasil

Jimly Asshiddiqie Berharap Jangan Ada Lagi Perang Opini di Media Sosial Pasca Pemilu
KOMPAS.COM/CHRISTOFORUS RISTIANTO
Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Jimly Asshddiqie, di kantor ICMI, Jakarta Selatan, Senin (22/4/2019). 

TRIBUNPADANG.COM - Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia ( ICMI) meminta seluruh komponen bangsa untuk menahan diri dan menunggu hasil penghitungan suara resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Kedua paslon capres-cawapres juga diharapkan tidak membuat kesimpulan final masing-masing terkait hasil pilpres.

Seruan tersebut disampaikan agar situasi dan kondisi politik saat ini menjadi tenang pasca pemilu serentak yang digelar 17 April 2019.

"Semua warga yang sudah memilih, cukup selesaikan perselisihan. Kita kembali ke urusan kita masing-masing. Tinggal timses saja yang disuruh bekerja sekarang menghimpun bukti-bukti kalau ada potensi sengketa mengenai hasil pemilu," ujar Ketua ICMI, Jimly Asshiddiqie, di kantor di ICMI, Senin (22/4/2019).

Ia berharap jangan ada lagi wacana hingga perang opini di media sosial pasca pemilu.

Dirinya menegaskan, segala persoalan pemilu telah memiliki mekanisme untuk diselesaikan, baik melalui Bawaslu, DKPP, dan Mahkamah Konstitusi.

"Jangan lagi isunya perang wacana tapi sekarang mekanismenya harus melalui ruangan sidang, bukan lagi di jalanan. Maka timses diharapkan bekerja profesional mengumpulkan sebanyak-banyaknya bukti," jelasnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini juga menghimbau semua pihak untuk tidak menggunakan people power hingga demonstrasi.

Sebab, hal itu bukanlah bagian mekanisme dalam menyelesaikan sengketa pemilu.

"Jadi jangan lagi mobilisasi politik, itu tidak lagi kita idealkan sesudah reformasi ini. Gunakan mekanisme yang sifatnya melembaga melalui MK kalau ada hasil pemilu silang sengketa, nah selesaikan di sana," tuturnya.

ICMI, seperti diungkapkan Jimly, meminta seluruh komponen bangsa untuk menahan diri dan menunggu hasil perhitungan suara resmi KPU pada 22 Mei 2019.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jimly: Penyelesaian Masalah Pemilu Ada Mekanismenya, Stop Perang Opini"

Editor: Emil Mahmud
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved