Soto Simpang Karya di Kota Padang, Pernah Disantap Bambang Pamungkas dan Mahfud MD

Soto Simpang Karya di Kota Padang, ternyata pernah dicicipi oleh Bambang Pamungkas dan Mahfud MD.

Penulis: Metria Indeswara | Editor: Saridal Maijar
TribunPadang.com/Metria Indeswara
Soto Simpang Karya di Kota Padang. 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Metria Indeswara

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kota Padang, Sumbar dikenal dengan ragam kulinernya.

Kota Bingkuang ini tidak hanya menyajikan makanan khas Minang, tetapi juga menghadirkan menu nusantara lainnya.

Satu di antaranya yang banyak disukai oleh masyarakat Padang adalah soto.

Gurihnya potongan daging sapi yang dipadukan kuah bercampur rempah-rempah ini, tentunya cocok disantap pada musim dingin.

Jadi Inspektur Upacara HUT Satpol PP, Wali Kota Padang: Berikan Pelayanan Terbaik untuk Masyarakat

Siswi SMP Dicabuli Pemulung Sejak 2017, Ketahuan Setelah Dipergoki Anak Sendiri

Nah, bagi Anda yang ingin mencicipi lezatnya soto, anda bisa datang ke Soto Simpang Karya.

Soto ini terletak di Jalan Dobi no 2A, Kota Padang, lokasinya tidak jauh dari Axana Hotel.

Jika Anda dari Pasar Raya Padang, bisa ditempuh melalui jalan kaki menuju Axana Hotel lalu belok kiri, kedai Soto Simpang Karya terletak tepat di simpang empat.

Pemilik Soto Simpang Karya, Arizal (66) mengatakan, kedai ini merupakan warisan turun temurun dari keluarga.

"Usaha ini dari orang tua saya, saya merupakan generasi kedua dalam mengelola soto ini," katanya.

Arizal menambahkan, sudah banyak orang-orang penting yang makan di Soto Simpang Karya.

Terperangkap di Reruntuhan Rumah, Bayi Lima Bulan Selamat dari Banjir Bandang di Sentani Papua

Siapa Pemenang Debat Cawapres Semalam? Ini Jawaban Sujiwo Tejo

Di antaranya, pemain timnas Bambang Pamungkas dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.

"Bambang Pamungkas sangat suka sekali soto, setiap ke Padang pasti mampir di sini," katanya.

Selain itu, kata dia, menteri juga ada yang makan di Soto Simpang Karya seperti Tarmizi Taher.

Soto Simpang Karya dibandrol dengan harga Rp22 ribu per porsi.

"Rata-rata habis per hari ada sekitar 150 porsi," ujarnya.

Kata dia, kedai ini buka dari pukul 09.00 WIB sampai pukul 20.30 WIB.

Diakui Arizal, pendapatannya tidak menentu, di 15 hari pertama dalam sebulan meningkat, namun 15 hari berikutnya menuju akhir bulan menurun.(*)

Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved