Breaking News:

Masjid Muhammadan Ditetapkan Jadi Cagar Budaya dan Masjid Tertua di Kota Padang

Masjid Muhammadan yang berlokasi di Jalan Pasa Batipuh Kelurahan Pasa Gadang, Padang Selatan, Kota Padang,

Penulis: Merinda Faradianti | Editor: Emil Mahmud
TribunPadang.com /Merinda Faradianti
Masjid Muhammadan yang berlokasi di Jalan Pasa Batipuh Kelurahan Pasa Gadang, Padang Selatan, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) yang didirikan pada 1843 silam. 

Laporan Wartawan Tribunpadang.com, Merinda Faradianti

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Masjid Muhammadan yang berlokasi di Jalan Pasa Batipuh Kelurahan Pasa Gadang, Padang Selatan, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) didirikan semenjak 1843.

Masjid ini turut berperan dalam penyebaran Islam di Kota Padang, Sumbar.

Sebelumnya, Fauzi Bahar yang saat itu menjabat sebagai Wali kota Padang menetapkan Mesjid Muhammadan menjadi bangunan cagar budaya berdasarkan UU No 5 Tahun 1992 lewat putusan Walikota Padang No 03 Tahun 1998.

Abu (48) seorang jamaah di sana mengungkapkan bahwa ia sudah lama beribadah di masjid itu dan sering beribadah di sana.

"Saya tinggal di Koto Tangah, jauh-jauh dari rumah untuk beribadah ke sini. Di sini masjidnya masih mempertahankan bentuk aslinya selain itu juga unik," ucap Abu kepada TribunPadang.com, Sabtu (9/3/2019)

Selain itu, Masjid Muhammadan yang terdiri dari tiga laintai digunakan untuk pesantren kilat dan sarana pendidikan agama.

Pantauan di lapangan,  tampak masjid yang masih memepertahankan bentuk aslinya ini menjadi daya tarik wisata dan masuk sebagai cagar budaya.

Masjid Muhammadan dibangun oleh sekelompok muslim India yang bermukim di sana. Tempat masjid ini berdiri sering disebut sebagai Kampung Keling.

Dikutip dari beberapa sumber awal mulanya mesjid ini dibangun dari pasir, kapur, dan gula seiring berjalannya waktu diganti menggunakan semen tanpa mengubah bentuk asli.

Abu menambahkan Masjid Muhammadan ini hampir sama dengan bentuk mesjid yang ada di Pakistan dan India. Masjid yang berwarna putih dihiasi ornamen hijau ini disangga oleh tujuh tiang.

"Di dalam masjid tidak terdapat mimbar melainkan hanya jendela yang berbentuk mimbar dan ditutupi kain berlambangkan bulan dan bintang," ujar Abu menambahkan.

Bagian kiri dan kanannya masing-masing menyatu dengan bangunan seperti menara.

"Di sini masjidnya buka 24 jam, tak hanya jemaah yang tinggal di sini tapi juga banyak dari berbagai tempat," tutup Abu. (Tribunpadang.com/ Merinda Faradianti)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved