Masa Depan Gareth Bale Bersama Real Madrid Belumlah Pasti, Gara-gara Ini
Susah menggambarkan masa Gareth Bale di Real Madrid sebagai sebuah kegagalan. Namun, itulah yang terjadi
Menurut klaim Marca, ada dua alasan di balik sikap Bale.
Pertama, Gareth Bale kesal karena tidak menjadi starter pada laga itu.
Kedua, Bale dilaporkan tersinggung oleh komentar dua pemain Madrid, Thibaut Courtois dan Marcelo.
Dalam wawancara beberapa waktu lalu, Courtois mengatakan bahwa Bale selalu menolak ketika diajak makan malam bersama para pemain Madrid dengan alasan harus tidur cepat.
Sementara itu, Marcelo mengungkapkan bahwa Bale tak kunjung bisa berbahasa Spanyol walau sudah berada di Madrid selama enam tahun lebih.
Hal ini menyebabkan komunikasi selalu terhalang. Bale balik menyerang dengan mengatakan bahwa dua komentar tersebut menyudutkan.
Harapan Tinggi Real Madrid punya harapan tinggi saat memperbaharui kontrak Gareth Bale pada Oktober 2016 dan memberinya perpanjangan ikatan hingga 2022.
Setidaknya, mereka tak rela kehilangan Bale dengan harga murah, sehingga diberi perpanjangan ikatan kerja.
Namun, realita berkata lain. Gareth Bale dianggap menggagalkan rencana Real Madrid mendatangkan salah satu pemain muda terbaik dunia saat ini, Kylian Mbappe.
Madrid berupaya melepas Bale ke Manchester United pada musim panas 2017.
Namun, ia menolak transfer tersebut, sehingga Mbappe juga sungkan ke Madrid.
Musim panas lalu, Madrid memilih tak melego sang pemain walau pelatih Zinedine Zidane (sebelum meninggalkan posisinya) merekomendasikan klub agar melepas Bale.
Para petinggi klub berharap pemain kelahiran Cardiff itu akan naik derajat dan mengisi kekosongan yang disebabkan oleh kepergian CR7.
Hanya, sifat introvert dan kendala bahasa Bale yang muncul ke permukaan.
Pun, Real Madrid menilai bahwa mereka tak pernah mendapatkan Gareth Bale dalam kondisi prima dan 100 persen.