Benteng Van der Capellen Batusangkar, Saksi Bisu Pendudukan Belanda di Tanah Datar
Benteng Van der Capellen Batusangkar bukti pendudukan Belanda di Batusangkar Tanah Datar. Konflik antara kaum adat dan kaum paderi.
Penulis: Merinda Faradianti | Editor: afrizal
Kemudian tahun 1924 dipermanenkan menjadi bangunan tembok.
Benteng Van der Capellen selain tempat pertahanan juga menjadi pusat administrasi pemerintahan kolonial.
• Penginapan Backpacker di Padang Khusus Wisatawan, Tarif Kamar Bat and Arrow Mulai Rp 150 Ribu
• Jembatan Siti Nurbaya Terkenal sebagai Ikon Wisata Kota Padang
Bangunan yang kokoh dilatarbelakangi juga untuk kepentingan pertahanan konflik yang sedang terjadi.
Konflik antara kaum adat dan kaum paderi.
Kaum adat yang terpojok meminta bantuan pada Belanda sebagai kebutuhan sistem pertahanan.
Nama Van der Capellen diambil dari nama gubernur jendral yang sedang menjabat saat itu.
Dalam perjalanannya tahun 1943-1945 digunakan sebagai markas Badan Keamanan Rakyat (BKR) untuk wilayah Tanah Datar.
Pada tahun 1947 berpindah menjadi markas Tentara Keamanan Rakyat ( TKR ).
Setelah Belanda meninggalkan Batusangkar, benteng tersebut dijadikan Perguruan Tinggi Pendidikan Guru yang menjadi awal mula IKIP Padang hingga tahun 1955.
• Punya 224.543 Subscribers, KPU Sumbar Gandeng Praz Teguh Sosialisasikan Pemilu 2019
• 3 Cara Menggunakan Lidah Buaya untuk Pertumbuhan Rambut Agar Lebih Cepat
Pada saat terjadinya PRRI tahun 1957 benteng dijadikan markas Batalion 439 Diponegoro dan selanjutnya diserahkan ke Polri tahun 1960 untuk dijadikan markas Kepolisian.
Benteng Van der Capellen dikosongkan tahun 2001.
Tahun 2008 dimanfaatkan sementara sebagai kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tanah Datar.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/benteng-van-der-capellen-batusangkar-saksi-bisu-pendudukan-belanda-di-tanah-datar.jpg)